BB : 1) boron (jenis unsur kimia), 2) balboa
(Mata uang negara Panama), 3) Bolivar (Mata uang negara Venezuela), 4) barisan,
contohnya BM PAN.BA : 1) Bachelor of Art (Gelar sarjana muda), 2) Barium (logam
berwarna putih), 3) Beperkte aan Spakelijkheid (Pertang-gungjawaban terbatas)Ba
: barium (jenis unsur kimia)BAA : Bank Agung Asia BAAK : Biro Akademik dan
Administrasi KeuanganB.Ac : Bachelor of Accounting (Gelar sarjana dari luar
negeri di bidang akuntansi)BAUK : Biro Administrasi Urusan KeuanganBabek TNI :
Badan Pembekalan Tentara Nasional IndonesiaBabinkam : Badan Pembinaan Keamanan
PolriBabinkamtibmas : Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Babinkumnas : Badan Pembinaan Hukum Nasional Babinkar : Badan Pembina
KaryawanBabinkum TNI : Badan Pembinaan Hukum Tentara Nasional IndonesiaBabinsa
: Bintara Pembina Desa Badiklat : Badan Penelitian dan Latihan Pertanian Badko :
Badan Koordinasi. Suatu lembaga yang berfungsi untuk mengkoordinasikan
satuan-satuan atau fungsi yang ada dibawahnyaBAE : Biro Administrasi Efek
Bagbinamitra : Bagian Pembinaan dan Kemitraan Bagmin : Bagian
AdministrasiBagops : Bagian OperasionalBaintelkam : Badan Intelijen dan
Keamanan PolriBAIS : Badan Intelijen StrategisBAK : Back At Keyboard (singkatan
dalam bahasa chating/internet)Bakersinpol : Badan Kerjasama Inter Kepolisian
BAKI : Badan Administrasi Kerohanian Islam Bakin : Badan Koordinasi Intelijen
Negara. Suatu lembaga Negara yang khusus menangani pengkoordinasian masalah
intelijen di IndonesiaBAKN : Badan Administrasi Kepegawaian NegaraBakom PKB :
Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan BangsaBakopda : Badan Kordinasi
Pembangunan DaerahBakopen-Bimas : Badan Koordinasi Penerangan dan Bimbingan
MasyarakatBakoptrans : Badan Koordinasi Penye-lenggaraan
TransmigrasiBakoptranas : Badan Koordinasi Penye-lenggaraan Transmigrasi
Nasional Bakorlak : Badan Koordinasi PelaksanaanBakorlin : Badan Koordinasi Pembangunan
Lintas Kabupaten/KotaBakornas : Badan Koordinasi NasionalBakortanasda : Badan
Koordinasi Stabilitas Nasional dan Daerah. Sebuah lembaga militer yang bertugas
untuk mengkoordinasikan keamanan di tingkat pusat dan daerah untuk menjaga
kehidupan masyarakat yang aman, stabil dan kondusifBakosurtanal : Badan
Koordinasi Survei dan Pemetaan NasionalBaksos : bakti sosial Balakpus : Badan
Pelaksana Pusat Baleg : Badan Legislasi. Alat kelengkapan Dewan yang bertugas
untuk merencanakan dan menyusun program serta menetapkan prioritas pembahasan
RUU (Rancangan Undang undang) untuk satu masa keanggotaan DPR. Badan ini
sebagai pusat pembentukan Undang-undang dan hukum di DPRBalita : bayi lima
tahunBalitbang : Badan Penelitian dan Pengembangan.Balitkanlut : Balai Penelitian
Perikanan Laut Balitkanwar : Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Balitnak :
Balai Penelitian Ternak Balitpa : Balai Penelitian Tanaman Padi Balittan :
Balai Penelitian Tanaman Pangan Balittra : Balai Penelitian Tanaman Pangan
Lahan Rawa Balittri : Balai Penelitian Tanaman Industri Balittro : Balai
Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Balittekkan : Balai Penelitian Teknologi
Pertanian Balon : bakal calonBamin : Bintara Administrasi BAMUI : Badan
Arbitrase Muamalat IndonesiaBamunas : Badan Musyawarah Pengusaha Nasional
swastaBamus : Badan Musyawarah. alat kelengkapan DPR yang bertugas untuk
menentukan apakah suatu RUU (Rancangan Undang-undang) yang berasal dari
pemerintah atau usul inisiatif DPR perlu dibahas atau tidak, mendesak atau bisa
ditunda Bandara : bandar udaraBandes : bantuan desaBangdes : pembangunan desa
Bangkap : Bank Karya Pembangunan Bangkep : Banggai Kepulauan, nama sebuah
kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Tengah Banlu : Bantuan Luar Negeri
Banpol : bantuan polisiBanpres : bantuan presiden BAN PT : Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi Banser NU : Barisan Serbaguna Nahdlatul Ulama.
organisasi para pemuda yang berada dalam naungan NUBanpur : bantuan tempur
Bansarkes : bantuan sarana kesehatanBantis : Banstuan Taktis Banum : pembantu
umumBAP : 1) Berita Acara Persidangan, 2) Berita Acara Pemeriksaan, 3) Berita
Acara Pidana, 4) Biaya Pemeriksaan perusahaan Bapedalda : Badan Pengendalian
Dampak Lingkungan DaerahBapekan : Badan Pengawas Kegiatan Aparatur
NegaraBapekki : Badan pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama
InternasionalBapekri : Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan IndonesiaBapepam :
Badan Pengawas Pasar ModalBaperki : Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan
IndonesiaBapfida : Badan Pembinaan Perfilman Indonesia Bapilu : Badan
Pengendali PemiluBapindo : Bank Pembangunan IndonesiaBapipda : Badan Pimpinan
Perusahaan Daerah Bapopi : Badan Pembinaan Olahraga Profesional Indonesia Bapor
: Badan Pembinaan Olahraga Bapparda : Badan Pengem-bangan Pariwisata
DaerahBapparnas : Badan Pengem-bangan Pariwisata Nasional Bappeda : Badan
Perencanaan Pemba-ngunan Daerah Bappenas : Badan Perencanaan Pem-bangunan
Nasional, suatu lembaga setingkat departemen yang bertugas secara khusus untuk
menyusun perencanaan pelaksanaan pembangunan di IndonesiaBarantan : Badan
Karantina Departemen PertanianBareskrim Polri : Badan Reserse dan Kriminal
Polri Barlingmascakeb : Banjar-negara-Purbalingga- Banyumas-Cilacap dan Kebumen
(Kerjasama lima kabupaten untuk peningkatan pember-dayaan potensi daerah) Barnas
: Barisan Nasional. suatu kelompok yang beranggotakan para tokoh nasional dan
sebagian besar mantan jenderal yang cukup berani dalam memberikan kritikan pada
pemerintahan Habibie, bahkan mendukung gerakan mahasiswa turun ke jalan untuk
mendongkel kekuasaan Habibie, mengusulkan dibentuknya Komite Rakyat sebagai
pengganti pemerintahan. Diantara tokoh Barnas yang cukup vokal adalah Kemal
Idris dan Ali Sadikin Basarnas : Badan Search and Rescue NasionalBASIC :
Beginner's All Purpose Symolic InstructionBAT : British American Tobacco
Company (Perusahaan tembakau Amerika dan Inggris)Batan : 1) Badan Tenaga Atom
Nasional, 2) Badan Tenaga Nuklir Nasioal Batia : dibawah umur tiga tahun BAU :
Biro Administrasi UmumBawasda : Badan Pengawas Daerah Bawasprop : Badan Pengawas
Propinsi BAZDA : badan zakat daerah BAZIS : badan amil zakat, infaq dan
shadaqahBB : 1) bau badan, 2) berat badan, 3) bujur barat B.BA : Bachelor of
Busines AdministrationBBC : British Broadcasting Corporation (Siaran radio
Inggris) BBD : Bank Bumi DayaBBG : bahan bakar gasBBI : 1) Balai Benih Ikan, 2)
Balai Benih Industri, 3) Barisan Buruh IndonesiaBBL : Be Back Later(singkatan
dalam bahasa chating/internet)BBM : bahan bakar minyakBBN : 1) bea balik nama,
2) Badan Benih Nasional BBNKB : Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor BBP-MHP :
Balai Bimbingan dan Pengujian Mutu Hasil PerikananBBS : Bulletin Board System
(Sistem bulletin papan)BBU : Balai Benih Udang BC : 1) bea cukai, 2) Before
Christ (Sebelum masehi)BCA : Bank Central AsiaBCC : British Broadcasting
Corporation (Perusahaan penyaiaran Inggris)BCG : Bacilus Calmette Guerin
Vascine (Vaksin anti TBC)B.Ch.E. : bachelor of chemical engineering (Sarjana
teknik kimia)Bc.Hk : bakalavieat hukumB.C.M : Bachelor of Church Music (Sarjana
musik gereja) BCRC : Board Compliance Review Committee (Komite peninjau ulang
dewan)BD : benih dasarBDH : badan daerah hutanBDI : brand development index
(Indeks pengembangan merk)BDN : Bank Dagang NegaraBDNI : Bank Dagang Nasional
IndonesiaBDS : Bussiness Development Services (Jasa pengem-bangan bisnis)BE :
berat ekivalenBe : berilium (jenis unsur kimia)Beha : bustehouderBEII : Bank
Ekspor Impor Indonesia BEJ : Bursa Efek Jakarta BEM : Badan Eksekutif Mahasiswa
Bemo : becak bermotorBendum : Bendahara Umum BENELUX : Belgium, Netherlands,
Luxembourgh Economic Union (Penyatuan ekonomi Belgia, Belanda dan
Luxemburgh)BEP : Basic Educational Project (Proyek pendidikan dasar)Berdikari :
Berdiri pada kaki Sendiri Berhiber : Bersih Hijau dan BerbungaBersemi : Bersih
Sehat dan Memikat BES : Bursa Efek Surabaya BF : blue film (Film porno)bf :
bold face (huruf tebal)BFAR : Bureau of Fisheries and Aquatic Resource (Sumber
daya perikanan dan perairan Bureau)BFO : 1) Bijeenkomst Federal Overleg, 2)
Brazilia Festival Orchestra (Festival orkes Brazil)BH : bustehouderBharada :
Bhayangkara Dua (Pangkat terendah dalam kepolisian, dibawah Bharatu)Bharaka :
Bhayangkara Kepala (Pangkat Tamtama, diatas Bharatu dan dibawah Abripda)Bharatu
: Bhayangkara Satu (Pangkat Tamtama, diatas Bharada dan dibawah Bharaka)BHP :
Badan Hukum Perguruan Tinggi BHR : Balai Hisab dan Ru' yatBHS : Bank Harapan
Santosa BI : 1) Bank Indonesia, 2) Bahasa Indonesia, 3) Bodily Injury (Cedera
tubuh)Bi : bismut (jenis unsur kimia)BIA : Badan Intelijen NegaraBias : Bina
Antar Sesama (Sebuah organisasi sipil)BIB : Balai Inseminasi Buatan BII : Bak
Internasional IndonesiaBikal : Bina Kelola Ling-kungan BIL : banci idaman
lainBima : Biru Malam (Nama seuah kereta api)Bimas : 1) bimbingan masal, 2)
bimbingan masyarakat Bimbel : bimbingan belajar BIMK : Barisan Intelektual Muda
Kakbah (Lembaga yang bernaung dalam Partai Persatuan Pem-bangunan) BIMP-EAGA :
Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia The Philipines East Asean Growth Triangle
(Lembaga pembangunan sub-regional untuk pe-ningkatan dan peme-rataan
pembangunan)BIN : Badan Intelijen NegaraBinaseb : Bina Desa Sentra Ekonomi
Bisnis (Sebuah organisasi sipil /LSM)Bintek : 1) Bina Teknik, Dit jen Bina
Marga, 2) bimbingan teknis Binus-PPHTP : Bina Usaha Petani dan Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan BIP : Balai Informasi PertanianBIP Hut : Balai Inventarisasi
Pemetaan Hutan BIPI : Balai Informasi dan Promosi IndustriBipik : Bimbingan dan
Pengembangan Industri KecilBIPP : Balai Informasi dan Penyuluhan PertanianBIS :
Bank for International Settlement (Bank perumahan internasional)Bisman : Bisnis
Manajemen (Salah satu jurusan/program di fakultas ekonomi)Bisnis : Business
Information Service for the Newly Independent State (Jaringan informasi bisnis
bagi Negara yang baru merdeka)BITMT : But In The Meantime(singkatan dalam
bahasa chating/internet)BJJ : belajar jarak jauhBK : 1) Bung Karno, 2) Badan
Kehormatan. Alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap, bertugas untuk melakukan
penyelidikan atas pengaduan terhadap anggota DPR yang tidak melaksanakan tugas
atau melakukan pe-nyimpangan. 3) bimbingan dan konselingBk : berkelium (jenis
unsur kimia)BKAM : Badan Koordinasi Amal MuslimBKDI : Badan Koordinasi Dakwah
Islam BKIA : Balai Kesehatan Ibu dan AnakBKK : 1) Badan Kredit Kecamatan, 2)
Bursa Kesempatan Kerja, 3) Bursa Kerja Khusus, 4) Balai Karantina Kehewanan,
BKKBN : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional BKKKS : Badan Koordinasi
Kegiatan Kesejahteraan SosialBKKNI : Badan Koordinasi Kesenian Nasional
IndonesiaBKKSI : Badan Koordinasi Koperasi Susu IndonesiaBKLH : Biro Koordinasi
Lingkungan Hidup BKLL : Badan Koordinasi Lindungan Lingkungan BKLPM : Badan
Koordinasi Lembaga-lembaga Pendi-dikan Musik BKM : 1) beasiswa kerja mahasiswa,
2) bantuan khusus murid, 3) Badan Kendali Mutu BKMT : Badan Kontak Majelis TaklimBKNN
: Badan Koordinasi Narkotika Nasional BKO : Bantuan Kendali Operasi BKOWI :
Badan Kerjasama Organisasi Wanita Indonesia, sebuah wadah bagi berbagai
organisasi wanita untuk mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam membangun
kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negaraBKP : Balai Karantinan
PertanianBKPA : Balai Kawasan Pelestarian AlamBK-PDPSI : Badan BKPI : 1) Badan
Kontak Pelajar Islam, 2) Balai Keterampilan Penang-kapan Ikan BKPM : Badan
Koordinasi Penanaman ModalBKPN : Badan Kebijaksanaan Perumahan NasionalBKPRMI :
Badan Kerjasama Pemuda dan Remaja Masjid IndonesiaBKPTKI : Badan Koordinasi
Penempatan Tenaga Kerja IndonesiaBKR : Badan Keamanan Rakyat, BKSA : Badan
Konservasi Sumber Daya Alam BKSAP : Badan Kerjasama Antar Parlemen. sebuah alat
kelengkapan DPR yang bersifat tetap, dibentuk dalam rapat paripurna DPR yang
bertugas untuk membangun kerjasama dan membina persahabatan dengan parlemen
negara lain guna meningkatkan peran dan fungsi parlemen secara optimal.
Kegiatannya berupa persiapan keberangkatan delegasi kunjungan ke luar negeri,
studi banding dan seminar BKSPIB : Badan Kerjasama Pembebebasan Irian
BaratBKSPP : 1) Badan Kerjasama Pondok Pesantren, 2) Badan Kerjasama Perusahaan
Periklanan BKP : Badan Ketahanan PanganBKS : badan kerjasama BKSPTIS : Badan
Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta BKSPTN : Badan Kerjasama Perguruan
Tinggi Negeri BKTN : Badan Koperasi Tani dan NelayanBKUI : Badan Koordinasi
Umat IslamBLHI : Bina Lingkungan HidupBLI : beareu life internationali
(Organisasi pelestari burung)BLK : 1) Balai Latihan Kerja, 2) Balai Latihan
KeterampilanBLKI : Balai Latihan Kerja Indonesia BLKLN : Balai Latihan Kerja
Luar Negeri BLLD : Biro Lalu Lintas Devisa BLO : Building Learning Organization
Blok M : bakal lokasi mejeng BLPM-Lakspendam : Balai Latihan dan Pengem-bangan
Masyarakat-Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia(Sebuah
organisasi sipil /LSM)BLPP : Balai Latihan Pegawai Pertanian BLSO : Baltimore
Little Symphony Orchestra (Orkestra simponi Baltimor)BLT : Bantuan Langsung
TunaiBMA : British Medical Association (Asosiasi kesehatan Inggris)BMG : Badan
Meteorologi dan Geofisika BMI : 1) Bank Muamalat Indonesia, sebuah bank pertama
yang mendasarkan pada syariah Islam, 2) body mass index (Ukuran dari berat dan
tinggi badan)BMP : Barisan Merah PutihBM-PAN : Barisan Muda Partai Amanat
Nasional, sebuah organisasi pemuda yang bernaung dibawah Partai Amanat
NasionalBMPD : Badan Musyawarah Perbankan Daerah BMPK : Batas Maksimum
Pemberian KreditBMKT : Benda Muatan Kapal TenggelamBMS : 1) Bina Masyarakat
Sejahtera (Sebuah organisasi sipil /LSM), 2) Bangun Mitra Sejati (Sebuah
organisasi sipil /LSM), 3) Bridge Management System (Sistim Manajemen Jembatan)
BMT : 1) Baitul Mal Wattamwil, 2) Bina Mulia TaniBMU : Beasiswa Mengikuti UjianB.Mus
: Bachelor of Music (Sarjana musik)BN : berita negaraBNI : Bank Negara
IndonesiaBNN : Badan Narkotika Nasional. Sebuah lembaga non-struktural yang
berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Bertugas untuk
mengggkoordinasi dan melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan
dan peredaran Napza. BNO : Belgado National Orchestra (Orkestra Nasional
Belgado)BOA : British Orthopedic Association (Asosiasi ortopedi Inggris)BOAC :
British Overseas Airline Corporation (Perusahaan penerbangan Inggris)BOD :
Biochemical Oxygen Demand (Permintaan Oksigen biokimia)BOK : Biaya Operasi
Kendaraan Bonbin : kebon binatangBOO : Barcelona Opera Orchestra (Orkestra
opera Barcelona)BOP : Balance of Payments (Neraca pembayaran) Bopuncur : Bogor,
Puncak CianjurBOS : Bantuan Operasional SekolahBOT : Back On Topic (singkatan
dalam bahasa chating/internet)BOTN : Bahan Organik Tanpa NitrogenBP : 1) Badan
Pekerja, 2) Balai Pustaka, 3) Bimbingan dan Penyuluhan, 4) Bank Procedure
(Prosedur Bank Dunia), 5) Benih PokokBPA : British Paediatric Association
(Asosiasi dokter anak Inggris)BPD : 1) Badan Perwakilan Desa (Suatu lembaga
legislatif di tingkat desa yang anggotanya dipilih langsung oleh masyarakat
desa setempat. BPD bertugas mengawasi Kepala Desa dalam menjalankan tugasnya
serta bersama Kepala Desa melaksanakan pem-bangunan desa, 2) Bank Pembangunan
DaerahBPEN : Badan Pengembangan Ekspor NasionalBPFKPPA : Badan Pekerja Forum
Komunikasi Pembinaan dan Pengembangan AnakBPG : 1) Balai Penelitian Gula, 2) Balai
Pendidikan Guru BP GBK : Badan Pengelola Gelora (gedung olahraga) Bung Karno
BPH : 1) Badan Pengurus Harian, 2) Bina Produksi Holtikultura, 3) Badan
Pemerintah Harian BPHN : Badan Pembinaan Hukum NasionalBPI : Biro Pusat
IntelijenBPIH : Biaya Perjalanan Ibadah HajiBPIS : Badan pengelola Industri
StrategisBPK : Badan Pemeriksa Keuangan (Suatu lembaga yang secara khusus
bertugas memeriksa keuangan dan mengawasi penggunaan serta pengeluaran keuangan
yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)BPKB : Buku
Pemilik Kendaraan Bermotor BPKKP : Badan Penolong Keluarga Korban Perang BPKKS
: Badan Pembinaan Kegiatan Kesejahteraan SosialBP KNIP : Badan Pekerja Komite
Nasioal Indonesia Pusat (Badan yang dibentuk untuk menjalankan tugas-tugas harian
KNIP. BPKNIP menjalankan tugas-tugas DPR dan berhasil menyetujui 133 RUU, di
samping pengajuan mosi, resolusi, usul dan lain-lain)BPKP : 1) Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan Daerah, 2) Badan Koordinasi Penang-gulangan
KemiskinanBPKSA : Badan Pengelolaan Kawasan Segara Anakan, CilacapBPL AUP :
Balai Pendidikan dan Latihan ahli Usaha Perikanan BPL PP : Badan Pendidikan dan
Latihan Penyuluh Pertanian BPM : Badan Perwakilan MahasiswaBPMB : Balai
Pengawasan Mutu Barang BPMD : Balai Pendidikan Masyarakat DesaBPM-PUD : Badan
Penanaman Modal Pegembangan Usaha Daerah BPM SOH : Balai Pengkajian Mutu
Sertifikasi Obat Hewan BPN : Badan Pertahanan NasinalBPO : Berlin Philharmonic
Orchestra (Orkes philharmonic Berlin)BPP : Balai Penyuluh Pertanian BPPC :
Badan Penyangga dan Pemasaran cengkihBPPD : Badan Pelayanan Pendapatan Daerah
BPPH : Balai Penyelidikan Penyakit Hewan BPPI : 1) Balai Pengembangan
Penangkapan Ikan, 2) Badan Promosi Pariwisata Indonesia BPP KUD : Badan
Pengembangan dan perlindungan Koperasi Unit DesaBP3 : 1) Badan Pembantu
Penyelenggaraan Pendi-dikan, 2) Balai Pelabuhan Perikanan Pantai, 3) Badan
Pembantu Penyelenggaraan dan pembangunanBP3K : Badan Penelitian Pengembangan
Pendidikan dan kebudayaan BP4 : 1) Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru, 2) Badan
Penasihat dan Penyelesaian Perceraian BP7 : Badan Pembinaan Pendidikan dan
Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila BPPPG : Balai
Penelitian Perusahaan Perkebunan Gula BPPM : Biro Pengembangan Pesantren dan
Masyarakat (sebuah organisasi masyarakat sipils/LSM)BPPN : Badan Pertimbangan
Pendidikan NasionalBPPT : Badan Pengkajian dan Penerapan TeknologiBPS : Biro
Pusat StatistikBPSB : Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih BPSDA : Balai
Pengelolaan Sumber Daya AirBPSI : Badan Pengelola sistem InformasiBPS-KPKM :
Badan Pengembangan Sumber Daya Koperasi dan Pengusaha Kecil MenengahBPPTK :
Balai Penyelidikan dan Pengembangan teknologi KegunungapianBP2SAM : Badan
Pengurus dan Pemeliharaan Sarana Air MinumBPR / BKK : Bank Perkreditan Rakyat /
Badan Kredit KecamatanBPRS : Bank Perkreditan Rakyat SyariahBPS : Biro Pusat
StatistikBPN : Badan Pertanahan NasionalBP KNIP : Badan Pekerja Komite Nasional
Indonesia PusatBPTH : Balai Penelitian Tanaman HiasBPT-HMT : Balai Pembibitan
Ternak dan Hijauan Makanan TernakBPTI : Balai Penelitian Tanaman Industri BPTK
: Balai Penelitian Teh dan KinaBPTP : Balai Penelitian Tanaman Pangan Teknologi
Perikanan BPTS : Balai Penelitian Tanaman Sayur BPUPKI : Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Suatu lembaga bentukan Jepang
untuk mem-persiapkan kemerdekaan Indonesia. Badan ini diketuai oleh Radjiman
Wediodiningrat)BPW : Biro Perjalanan WisataBr : 1) bromin (jenis unsur kimia),
2) birr (Mata uang Ethiopia)BRB : Be Right Back (singkatan dalam bahasa chating/internet)BRI
: Bank Rakyat IndonesiaBrigjen Pol. : Brigadir Jenderal Polisi (Perwira Tinggi
Polisi bintang empat, diatas Kombespol dan dibawah Irjenpol)Brigjen TNI :
Brigadir Jenderal Tentara Nasional Indonesia Brigif : Brigade Infanteri Brigpol
: Brigadir Polisi (Pangkat Bintara Polisi, diatas Briptu dan dibawah
Bripka)Brimob : Brigade MobilBripda : Brigadir Polisi Dua (Pangkat Bintara
Polisi, diatas Abrip dan dibawah Briptu)Bripka : Brigadir Polisi Kepala
(Pangkat bintara Polisi, diatas Brigpol dan dibawah AIPDA) Briptu : Brigadir
Polisi Satu (pangkat bintara Polisi, diatas Bripda dan dibawah Brigpol)BRA :
Badan Reintegrasi AcehBRO : Bavarian Radio Chrus Orchestra (Orkes radio
Bavarian Chrus)BRR : Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (Bada yang dibentuk
pemeritah untuk pemuliha Aceh pasca gempa dan tsunami)B.S. : Bachelor of
Surgery (Sarjana bedah)BSA : Body Surpice Area (Luas permukaan tubuh)B.Sc :
bachelor of science (Sarjana ilmu penge-tahuan atau S.Si)BSF : Badan Sensor
FilmBSI : Bina Sarana Informatika, sebuah akademi manajemen informatika dan
komputer yang berpusat di jakartaB.S.M. : Bachelor of Science in Music (Sarjana
musik)BSMI : Bulan Sabit Merah IndonesiaBSNP : Badan Standar Nasional
Pendidikan. Sebuah badan mandiri dan independen yang bertugas untuk
mengembangkan, memantau pelaksanaan dan mengevaluasi standar nasional
pendidikan BSO : 1) Badan Semi Otonom, 2) Boston Symphoni Orchestra (Orkes
simponi Boston)BT : bujur timurBTAI : Badan Tenaga Atom IndonesiaBTDC : Bali
Tourist Development Corporation BTI : Barisan Tani Indonesia (Sebuah organisasi
yang menghimpun para petani dan berafiliasi pada PKI) BTK : Bantuan Tembakan
KapalBTN : Bank Tabungan NegaraBTP : Batalyon Tim PertempuranBTW : By the
way/ngomomg-ngomong (Singkatan dalam bahasa chating/ internet)Bujukdas : Buku
Petunjuk DasarBujukin : Buku Petunjuk IndukBujukbin : Buku Petunjuk
PembinaanBujuklak : Buku Petunjuk PelaksanaanBujuklap : Buku Petunjuk
LapanganBujukmin : Buku Petunjuk AdministrasiBujuknik : Buku Petunjuk
TeknikBujukops : Buku Petunjuk OperasiBujukpur : Buku Petunjuk TempurBujuktis :
Buku Petunjuk TaktisBUK : Bank Umum KonvensionalBukopin : Bank Umum Koperasi
IndonesiaBulog : Badan Urusan LogistikBUMD : Badan Usaha Milik DaerahBUMN :
Badan Usaha Milik NegaraBUMNIS : Badan Usaha Milik Negara Industri StrategiBUN
: Bendahara Umum NegaraBuras : bukan rasBURT DPR : Badan Urusan Rumah Tangga
DPR (Alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap, dibentuk dalam rapat paripurna
DPR, bertugas untuk menangani urusan dapur DPR, kerumah-tanggaan dan
kebijaksanaan anggaran DPR)BUS : Bank Umum Berdasarkan Prinsip SyariahBusep :
Bukti Serap Buser : Buru SergapBUTSI : Badan Urusan Tenaga Kerja Sukarela
Indonesia BUUD : Badan Usaha Unit DesaBW : Burgelijk Wetboek (Kitab
Undang-undang hokum perdata): b/w : black and white (hitam putih, suatu itilah
dalam cetakan)B.W.F : Bach Werke Verzeichnis BYBA : British Youth Band
Association (Asosiasi band muda Inggris)
Jumat, 18 Juli 2014
AKRONIM BERAKSARA A
AKSARA A
A.A :
1) ampere, 2) anno (pada tahun
masehi), 3) angkatan, contohnya AMPI
(Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia), AMK (Angkatan Muda Kakbah)AA : Asia
Afrika. Sebuah konfrensi yang diikuti oleh Negara-negara di Asia Afrika,
dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18-24 September 1955. Konfrensi ini
meng-hasilkan ' Dasasila Bandung ' (sepuluh butir kesepakatan) yaitu ; 1)
menghormati hak-hak dasar manusia, tujuan, serta asas yang ter-kandung dalam
piagam PBB, 2) menghormati kedaulatan semua bangsa, 3) mengakui persamaan ras
dan bangsa baik besar atau kecil, 4) tidak melakukan intervensi atau ikut
campur masalah dalam negeri lain, 5) menghormati hak tiap bangsa untuk
mempertahankan diri, 6) tidak melakukan tekanan pada negara lain, 7) tidak
melakukakan agresi pada negara lain, 8) tidak melakukan tindakan atau ancaman
ataupun peng-gunaan kekerasan pada integritas teritorial negara lain, 9)
memajukan kepentingan bersama, 10) meng-hormati hukum dan kewajiban
internasional lainnya AAA : 1) Jepang Pelindung ASIA, Cahaya ASIA dan Pemimpin
ASIA (Slogan yang dilancarkan oleh Jepang dalam rangka meraih simpati bangsa
Indonesia), 2) Asosiasi Akuntan Amerika, 3) American Academy of Actuaries
(Akademi aktuaris Amerika), 4) American Automobile Association (Ikatan mobil
Amerika), 5) American Anthropological Asso-ciation (Ikatan ilmu bangsa-bangsa
Amerika Serikat)AAAS : American Association for the Advancement of Science
(Perkumpulan Amerika untuk kemajuan ilmu pengetahuan)AaC : Anno ante
ChristumAADB : Akademi Aeronautika Dirgantara Bandung AAE : angka efisiensi
edukatif AAHRA : Asia and Australia Hotel and Raestaurant Association (Himpunan
pengusaha-pengusaha hotel dan restauran di Asia dan Australia) AAI : Asosiasi
Advokat Indonesia (Sebuah organisasi yang menghimpun para advokat atau
pengacara Indonesia)AAL : Akademi Angkatan Laut, Surabaya Jatim. Sekolah
pendidikan TNI angkatan laut selama tiga tahun bersifat ikatan dinas untuk
mencetak perwira TNI angkatan laut, dipimpin oleh Gubernur AAL. AAMOF : As A
Matter Of Fact (singkatan dalam bahasa chating/internetAAP : 1) Australia
Associated Press (Asosiasi pers Australia), 2) Associated of Asia
Parliamentariaty or Peace (Himpunan anggota parlemen se-Asia untuk
perdamaian)AARCB : Asian Agricultural Research Coordinating Board (Koordinasi
dewan pengurus penelitian pertanian Asia) AAS : Atomic Absorption Spectroscopy
(Spektros kopi serupa atom)AASHO : American Association of State Highway
Oficial (Perserikatan pejabat jalan raya Amerika)AAU : 1) Akademi Tentara
Nasional Indonesia Angkatan Udara, Yogyakarta. Sekolah pendidikan TNI angkatan
udara selama tiga tahun bersifat ikatan dinas untuk mencetak perwira TNI
angkatan udara, dipimpin oleh Gubernur AAU, 2) Amateur Athletic Union
(Perse-rikatan atlit amatir) AB : 1) angkatan bersenjata, 2) Bachelor of Arts
(Sarjana muda) ABA : 1) Akademi Bahasa Asing, 2) Amateur Boxing Association
(Asosiasi tinju amatir), 3) America bar Association (Asosiasi pengacara
Amerika) ABAI : Asosiasi Broker Asuransi IndonesiaABC : 1) American
Broadcasting Company (Perusahaan siaran Amerika), 2) Auto Bass Chord (Kunci
nada bass otomatis)ABCD : Amerika, British (Inggris), China dan Dutch (Belanda)
Abeda : Arab Bank for Economic Development in Africa (Bank Arab untuk
pembangunan ekonomi Afrika)ABG : 1) ABRI, Birokrasi dan Golkar (tiga pilar
utama Golkar pada masa orde baru), 2) anak baru gedeABK : anak buah kapal ABM :
asal bukan Mega (Sebuah seruan anti Megawati untuk menjegal Megawati menjadi
Presiden pada tahun 1999)ABPPTSI : Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi
Swasta (Organisasi yang menghimpun berbagai pergutuan tinggi swasta di
Indonesia) ABRI : Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Kesatuan militer yang
meliputi angkatan darat, laut, udara dan kepolisian dipimpin oleh seorang
Panglima ABRI. Didirikan pada yang pada perkembangannya ABRI berganti nama
menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang meliputi tiga angkatan yaitu
angkatan darat, laut dan udara. Sedangkan kepolisian terpisah se-bagai lembaga
keamanan Negara Abrip : Ajun Brigadir Polisi (Pangkat tamtama polisi, diatas
Abriptu dan dibawah Bripda)Abripda : Ajun Brigadir Polisi dua (Pangkat tamtama
polisi, diatas Bharaka dan Abriptu)Abriptu : Ajun Brigadir Polisi satu (Pangkat
tamtama polisi, diatas Abripda dan dibawah Abrip)ABS : 1) asal bapak senang
(bentuk dari bapakisme merupakan suatu sikap mental bawahan yang hanya
menyampaikan informasi atau laporan yang baik-baik saja dan berusaha menutupi
laporan yang buruk dengan maksud agar atasan menjadi senang tanpa memperhatikan
objektivitas dan kebe-naran dari laporannya, 2) American Bureau of Shipping ABT
: Anggaran Belanja TahunanABU : Asia Broadcasting Union (Persatuan penyiaran
Asia) AC : 1) Air Conditioning (pengaturan udara), 2) alternating current (Arus
bolak-balik)Ac : aktinum (Lambang dari unsur kimia)Acarrd : Asia Centre
Agrarian Reform and Rural Development (Pusat pembangunan daerah agraris dn
daerah tertinggal di Asia) ACAS : Advisory, Conciliation and Arbitration
Service (Penyuluhan konsiliasi dan pelayanan arbitrase)ACC : Arab Cooperation
Council (Dewan kerja-sama Negara Arab) Acc : Accoord (menyetujui)ACCA :
Association of Chartered Certified Accountants (Asosiasi akuntan bersertifikat)
ACDA : Arms Control and Disarmament Agency (Badan pengawas da perlucutan
senjata Amerika Serikat)ACE : Automatic Computing Engine (Mesin hitung
otomatis)ACEP : advisory committee on export policy (Badan penasehat kebijakan
ekspor di Amerika) ACH : Automated Clearing House (Lembaga otomatisasi
penyelesaian pembayaran pabean Amerika) ACLI : American Council of Life
Insurance (Dewan asuransi jiwa Amerika)ACM : Association for Computing
Machinery (Masyarakat komputer dunia)ACRS : Accelarated Cost Recovery System
(Sistem pemulihan biaya yang dipercepat) ACSN : Asian Croppinf System Network
(Jaringan kerja sistem tumpang sari Asia)ACTN : Advisory Committee on Trade
Negotiation (Komite penyuluhan dan negosiasi perdagangan)ACTPN : Advisory
Committee Policy and Negotiations (Badan penasehat kebijakan perdagangan dan
negosiasi politik Amerika) ACTU : Australian Council of Trade Union (Dewan
perserikatan perdagangan Australia)ACU : Artificial Currency Unit (Unit mata
uang artifisial) ACW : Artilerie Constructie Winkel (nama lembaga sebelum
berganti menjadi Pindad)ACYPL : American Council of Young Political Leader
(Dewan pemimpin politik muda Amerika)AD : 1) Anggaran Dasar. Disebut juga
konstitusi yang menjadi pedoman atau the rule of game organisasi atau partai.
Didalamnya memuat pendirian, tujuan, asas, ideologi dan aturan
organisasi/partai secara umum, 2) Angkatan Darat, 3) Anno Domini (Tahun
masehi)ADB : Asian Development Bank (Bank Pembangunan Asia) ADC : Agricultural
Development Council (Dewan pengembangan pertanian)ADD : Alokasi Dana DesaAdeksi
: ADF : 1) Asian Development Fund (Dana Pemba-ngunan Asia), 2) Africa Development
Fund (Dana Pembangunan Afrika) Adi : air dinginADIZ : air defence
identification zone (Wilayah identifikasi pertahanan udara) Adkasi : Admin :
administrasi ADO : Alokasi Devisa OtomatisADP : 1) Aliansi Demokrasi untuk
Papua (Sebuah organisasi sipil /LSM), 2) Automated Data Processing (Proses data
otomatis) Adpel : Administrasi Pelabuhan ADPPI : Asosiasi Distributor dan
Pengusaha Pupuk IndonesiaADRI : Angkatan Darat Republik Indonesia ADS : Agent
Distribution Service (Agen distribusi jasa)AE : Agricultural Extension
(Pengembangan pertanian)AEC : 1) Australian Electoral Commision (Komisi
pemilihan Australia), 2) Atomic Energy Commission (Komisi energi atom) AEKI :
Asosiasi Eksportir Kopi IndonesiaAERO : Alternatif Education Resource
Organization (Organisasi sumber pendidikan alternatif) AES : automated
commercial system (Sistem otomatisasi perdagangan) AEYPM : Asean European Young
Parliament Meeting (Forum Asia Eropa untuk pertemuan anggota parlemen muda)AF :
Audio Frequency (Frekuensi nada) Af : afghani (Mata uang Afganistan)AFA :
Amateur Football Association (Asosiasi sepakbola amatir)AFAIC : As Far As I'm
Concerned (singkatan dalam bahasa chating/internet)AFAICT : As Far As I Can
Tell(singkatan dalam bahasa chating/internet)AFAIK : As Far As I Know (singkatan
dalam bahasa chating/internet)AFAO : Australian Federation of AIDS Organization
(Federasi organisasi AIDS Australia)AFARR-Network : Australia Asia Fibrow
Agricultural Residen Research Network (Jaringan kerja penelitian wilayah
pertanian tanaman serat Australia dan Asia)AFBD : Association of Future
Brokersand Dealers (Asosiasi pialang saham)AFC : average fixed cost (Biaya
tetap rata-rata)AFDC : Asean for Fishery Development Centre (Pusat pengembangan
perikanan Asean)AFDI : Austraia Forest Development Institute (Lembaga
penelitian hutan Australia) AFESD : Arab Fund for Economic and Social
Development (Lembaga keuangan Arab untuk pengembangan ekonomi dan sosial)AFI :
Akademi Fantasi Indonesia AFK : Away From Keyboard (singkatan dalam bahasa
chating/internet)AFNEI : Allign Forces Nederlands East Indies. Satuan khusus
yang dibentuk sekutu, bertugas untuk melucuti senjata tentara Jepang di
Indonesia setelah Jepang mengalami kekalahan AFP : 1) Agence France Presse, 2)
Australian Federal Police (Polisi federal Australia)AFTA : Asean Free Trade
Area (Perdagagan bebas di wilayah Negara Asean ) Ag : argentum (perak)AG :
Australian Group (Kelompok Australia) Agadi : air garam dinginAgaref : air
garam refrigasiAGF : Asian Games Federation (Federasi pekan olahraga Asia)AGHT
: Ancaman Gangguan Hambatan dan Tantangan. Bentuk-bentuk yang harus dihadapi
dalam mewu-judkan Negara yang berdaulat AGP : Ashram Gandhi Puri (Sebuah
organisasi sipil /LSM) a.h. : alto-horn A & H : Accident and Health
Insurance (Asuransi kecelakaan dan kesehatan) AHA : American Hospital
Association (Asosiasi rumah sakit Amerika Serikat) AHM : analog hidroksi
methioninAHRC : Asian Human Right Commision (Komisi hak asasi manusia Asia)AHRN
: Asian Harm Reduction Network (Jaringan penangggulangan keja-hatan Asia)a.i. :
ad interim (untuk sementara waktu) A & I : 1) Accident and Indemnity
(kecelakaan dan anti rugi), 2) Accident Insurance (Asuransi kecelakaan)AIBA :
Associate Internatiole Boxes Amateur (Asosiasi tinju amatir)AICAF : Association
for International Cooperation for Agriculture and Forestry (Asosiasi pertanian
dan kehutanan Indonesia) AICPA : American Institute of Certified Pulic
Accountant (Organisasi profesi akuntan publik di Amerika) AID : Agency for
International Development (Badan pembangunan internasional) AIDA :
Australia-Indonesian DevelopmentAIDS : Acquired Immunodeficiency Syndrome
(Sindrom kekuranga kekebalan tubuh)AIH : American Institute of Homeopathy
(Institut homeopathy Amerika)AIHA : American Industrial Hygiene Association (Asosiasi
industri kesehatan Amerika) AIM : Asian Institute of Management (Institut
manajemen Asia) AIPI : Asosiasi Ilmu Politik IndonesiaAIPMC : Asean Inter
Parliamentary Myanmar Caucus (Kaukus Myanmar antar parlemen Asean) AIPO : Asean
Inter Parlia-mentary Organization (Organisasi antar parlemen dari Negara-negara
yang tergabung dalam organisasi Asean)AIPS : Associate internale de la Presse
SportiveAIPDA : Ajun Inspektur Polisi Dua (Pangkat bintara polisi, diatas
Bripka dan dibawah AIPTU)AIPTU : Ajun Inspektur Polisi satu (Pangkat bintara
polisi, diatas AIPDA dan dibawah IPDA)AIS : Akademi Ilmu StatistikaAIVL :
Australian IV League AJI : Aliansi Jurnalistik Independen. Sebuah organisasi
Jurnalis yang didirikan pada 7 Agustus 1994 sebagai perlawanan komunitas pers
Indonesia terhadap kesewenang-wenangan rezim soeharto. Bersifat independent dan
menjadi wadah untuk mengembangkan diri, meningkatkan profesi-onalitas dan peran
Jurnalis di Indonesia AKA : 1) Akademi Kimia Analisis, 2) Akademi Keuangan dan
AkuntansiAkaba : angka kematian balitaAKABRI : Akademi Angkatan Bersenjata
Republik Indonesia. Sebuah lembaga pendidikan militer yang mendidik dan
mempersiapkan untuk menjadi perwira yang professional, pada perkembangannya
ABRI berganti TNI. AKAD : antar kerja antar daerah AKAL : antar kerja antar
lokal AKAN : antar kerja antar negara Akaper : Akademi Perkebunan AKASTRI :
Akademi Asuransi Trisakti Akatel : Akademi Teknologi Telekomunikasi AKB : angka
kematian bayiAKBP : Ajun Komisaris Besar Polisi (Pangkat perrwira menengah
polisi, diatas Kompol dan dibawah Kombespol)AKDP : angkutan antarkota dalam
provinsi AKHI : Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia AKI : 1) angka kematian ibu,
2) Akademi Kepari-wisataan Indonesia, 3) Akademi Kontraktor Indonesia, 4)
Akademi Katolik Indonesia Akida : Asosiasi Kimia Dasar Indonesia Akindo :
Akademi Komunikasi Indonesia Akip : Akademi Ilmu PemasyarakatanAkirta : Akademi
IlmuRumah TanggaAKJHI : Asosiasi Katering Jemaah Haji Indonesia AKL : Akademi
Kesehatan dan Lingkungan Akmil : Akademi Militer, Magelang Jateng. Sekolah
pendidikan TNI angkatan darat selama tiga tahun bersifat ikatan dinas untuk
mencetak perwira TNI angkatan darat, dipimpin oleh Gubernur Akmil AkommRTVi :
Akademi Komunikasi Media Radio, Televisi dan PeriklananAKP : 1) Ajun Komisaris
Polisi (Pangkat perwira pertama polisi, diatas IPU dan dibawah Kompol), 2)
Analisis Kemiskinan PartisipatifAkpar : Akademi PariwisataAkper : Akademi
Perawat Akpen : Akademi Penerangan Akpol : Akademi Kepolisian Akpostel :
Akademi Pos danTelekomunikasi AKPRI : Angkatan Perang Republik Indonesia. AKRI
: Angkatan Kepolisian Republik IndonesiaAKS : Akademi Kesejahteraan Sosial AKU
: arah kebijakan umumAkub : Akademi Keuangan dan BankAkup : Akademi Keuangan
dan PajakAl : alumunium (Salahsatu unsur kimia)ALADI : Association Latino
America de Intergacion (Asosiasi Negara-negara Amerika latin) Algol : Agoritmic
Language (nama salah satu acara kerja komputer)ALI : America Law Institute
(Lembaga hukum Amerika)ALIC : Association of Life Insurance Counsel (Asosiasi
penasihat asuransi jiwa) Alih Kodal : Pengalihan Komando dan PengendalianALKI :
Alur Laut Kepulauan IndonesiaAlm. : almarhumAlpen Sulteng : Aliansi Perempuan
Sulawesi Tenggara (Sebuah organisasi sipil /LSM)ALRI : Angkatan Laut Republik
Indonesia AISI : Asosiasi Industri Sepeda motor IndonesiaAlsintan : alat dan
mesin pertanian AM : Amplitudo Modulation (Modulasi amplitudo), Am : amerisium
(unsur kimia)a.m. : ante meridiem (sebelum tengah hari)AMA : American Medical
Association (Asosiasi medis Amerika) A and M : annual general meeting (Rapat
umum tahunan)Ama.Pd : ahli madya pendidikan Aman : 1) Akademi Maritim Nasional,
2) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Sebuah organisasi sipil /LSM)Amari :
Ansabel Musik Remaja IndonesiaAMB : Akademi Muda BrawijayaAMBP : Akademi
Maritim Bangunan dan Perkapalan AMD : 1) ABRI Masuk Desa, 2) Angkatan Muda
Diponegoro A.Md : ahli madya AMd.Ab : ahli madya administrasi bisnisAMd. Ak. :
ahli madya akuntansiAmdal : Analisa Mengenai Dampak LingkunganAMDI : Angkatan
Muda Demokrat IndonesiaAMG : Akademi Meterologi dan GeofisikaAMI : Akademi
Musik Indonesia AMII : Angkatan Muda Islam Indonesia (Semula bernama Angkatan
Muda Tauhid Islam yang berdiri pada 27 Nofember 1967 di Lampung. Selanjutnya
berganti nama menjadi AMII pada 5 Januari 1987 di Jakarta. AMII tempat
berhimpun generasi muda Islam Indonesia yang memiliki persamaan kehendak,
fungsi, aspirasi dan kegiatan menegakkan dakwah dan syiar Islam serta
berorientasi pada karya dan kekaryaan. Tujuannya meningkatkan peran aktif
geberasi muda Islam Indonesia untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya dalam
wadah NKRI) AMIK : Akademi Manajemen Informasi dan Komputer AMIN : Angkatan
Mujahidin Islam IndonesiaAMINEF : American Indonesian Exchange Foudation
(Lembaga kerjasama Amerika dan Indonesia yang memberikan beasiswa bagi SI, S2
dan S3) AMK : 1) Ahli Madya Keperawatan, 2) Akademi Mesin Kapal AMM : Aceh
Monitoring Mission. Sebuah misi internasional yang bertugas untuk mengawasi dan
mengarahkan proses kesepakatan damai dan pemusnahan senjata antara Pemerintah
dan GAM sebagai tindak lanjut kesepahaman Helsinki FinlandiaAMN : Akademi
Militer NasionalAmpera : Amanat Pen-deritaan RakyatAMP : Akademi Management
PerusahaanAMPG : Angkatan Muda Partai Golkar (sebuah organisasi pemuda yang
berada dalam naungan partai Golkar)AMPI : Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia
(Organisasi kemasya-rakatan pemuda yang berdiri pada 28 Juni 1978, dengan
tujuan membentuk kader–kader bangsa pelopor pemba-haruan dan pembangunan yang
berorientasi karya dan kekaryaan, serta memiliki jiwa dan semangat patriotisme
untuk mencapai tujuan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana
termaktub dalam pembukaan UUD 1945)AMPII : Anak, Menantu, Ponakan, Isteri dan
Ipar (Sebuah istilah yang menggambarkan ter-jadinya nepotisme dalam keanggotaan
MPR pada masa orde baru. Di mana sebagian anggota MPR yang diangkat seagaian
besar merupakan isteri, menantu, ponakan dan adik ipar dari pejabat atau
Presiden. Sebagai contoh suaminya jadi menteri, isterinya jadi anggota MPR)
AMPPA : Asean Motion Pictures Producer Association (Ikatan produser film
Asean)Ampres : Amanat Presiden (Suatu pidato atau amanat yang disampaikan oleh
kepala Negara dalam acara resmi kenegaraan)AMPS : Advance Mobile Phone Service
(Nama asal telepon seluler)AMS : 1) Angkatan Muda Siliwangi (Organisasi
kemasyarakatan yang beranggotakan para pemuda dan berkembang di Jawa Barat), 2)
Algemene Middelbarl School (Sekolah setingkat SMA pada zaman Belanda) AMSS :
Association of Muslim Social Sciences (Asosiasi ilmuwan sosial muslim)AMT :
Achievement Motivation Training. Pelatihan yang bertujuan untuk memberi bekal
tentang motivasi leadersif dan peningkatan prestasiAmuba : alat untuk memupuk
dan menabur Amuru : alat untuk memupuk dan menggaruA.M.v.B. : Algemene
Maatregel van Bestuur (Peraturan Pemerintah)AMWA : American Medical Women's
Association (Asosiasi perawat wanita Amerika)AN : Administrasi Negara (nama
jurusan/program pada Fakultas FISIP)a.n. : atas nama ANA : American Nurses
Association (Asosiasi perawat Amerika Serikat)ANC : Algemenne Nederlands Pers
(Kantor berita Belanda)Ancab : anak cabangAndal : Analisa Dampak Lingkungan
ANFREL : Asian Network for Free Election (Jaringan Asia untuk pemilihan umum
yang bebas). Sebuah jaringan Negara-negara Asia yang ikut memantau dan
mengawasi pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia Angkot : Angkutan Kota. Jenis
kendaraan umum yang digunakan masyarakat sebagai alat transportasi antar kota
Angkudes : Angkutan Pedesaan. Jenis kendaraan umum yang digunakan masyarakat
sebagai alat transportasi dari kota ke desa ANN : Administrasi Negara dan
NiagaANSI : American National Standard Institute (Lembaga standar nasional
Amerika Serikat) ANU : Australia National University (Universitas nasional
Australia) Anzus : Australia New Zealand United States (Negara serikat
Australia New Zealand)AO : Account Officer (Pegawai bagian keuangan)AOHI :
Asosiasi Obat Hewan IndonesiaAOTA : American Occupational Therapy Association
(Ikatan terapi profesi Amaerika)AP : 1) Action Potential (Potensi aksi), 2) Associated
Press (Nama kantor berita Amerika Serikat)APA : 1) American Pharma-ceutical
Association (Asosiasi farmasi Amerika), 2) American Pediatric Association
(Asosiasi ilmu kesehatan anak Amerika), 3) American Psychological Association
(Asosiasi psikologi Amerika), 4) Aliansi Pemuda AcehAPBD : Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah. Suatu program keuangan daerah yang telah disepakati oleh
Kepala Daerah dan DPRD dalam sidang paripurna DPRD yang memuat tentang
kebijakan keuangan daerah terkait dengan berbagai pendapatan dan pengeluaran
keuangan daerahAPBDes : Anggaran Pendapatan dan Belanja DesaAPBN : 1) Angkatan
Pendapatan dan Belanja Negara. Suatu program keuangan nasional yang dihasilkan
atas persetujuan Presiden dan DPR dalam sidang paripurna DPR yang memuat
tentang kebijakan keuangan nasional terkait dengan berbagai
pendapatan/pemasukan dan pengeluaran Negara, 2) Asosiasi Produsen Ban Indonesia
APBTI : Asosiasi Produsen Benang Tekstur Indonesia APC : 1) Atrial Prematur
Complex, 2) average propensity to consume (Kecenderungan meng-konsumsi
rata-rata), 3) Asian and Pacific Council APCASO : Asian Pacific Council of AIDS
Service Organization (Organisasi AIDS Asia Facifik)APCC : Asian and Pacific
Coconut Community (Organisasi produsen komoditi kelapa Negara Asia Pasifik)
APCI : Asosiasi Perusahaan Coldstorege IndonesiaAPE : Anterior Pituitary
ExtractAPEC : Asian Pacific Economic Cooperation (Kerjasama ekonomi Negara Asia
Pasifik) Apegti : Asosiasi Penyalur Gula dan Tebu IndonesiaAperta : Akademi
Perhotelan dan Pariwisata APHA : American Public Health Association (Ikatan
kesehatan masyarakat Amerika)APhA : American Phamaceutical Association (Ikatan
parmasi Amerika) APHD : Arena Promosi dan Hiburan APHI : Asosiasi Penasehat
Hukum dan HAM Indonesia APHJ : Arena Promosi dan Hiburan JakartaAPHT : Akta
Pemberian Hak Tanggungan API : 1) Arsitektur Perbankan Indonesia, 2) Angkatan
Pemuda IndonesiaApindo : 1) Asosiasi Pengusaha Indonesia, 2) Asosiasi Industri
Plastik Indonesia APIP : Aparat Pengawas Internal PemerintahAPK : Angka
Partisipasi KasarAPKASI : Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia
(Sebuah lembaga yang beranggotakan para Kepala Daerah untuk urun rembug masalah
pembangunan daerah)APKI : 1) Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia, 2) Asosiasi
Penyamakan Kulit Indonesia, 3) Asosiasi Produsen Karung Indonesia Apkindo :
Asosiasi Panel Kayu IndonesiaAPM : Angka Partisipasi Murni APMM : Aliansi
Peduli Masyarakat Mawali (Sebuah organisasi sipil /LSM)APO : Asian Productivity
Organization (Organisasi produktivitas Asia) APOI : Asosiasi Produsen Oksigen
Indonesia APP : Akademi Penyuluhan PertanianAPPDT : Alokasi Penempatan Penduduk
Daerah Transmigrasi APPI : 1) Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia, 2)
Asosiasi Penelitian Perkebunan IndonesiaAPPIHI : Asosiasi Pembudidaya dan
Pedagang Ikan Hias SemarangAPPSI : 1) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh
Indonesia, 2) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh IndonesiaAPP : Association Press
of Pakistan (Asosiasi pers Pakistan)APPF : Asia Pacific Parliamentary Forum
(Forum parlemen Asia Pacifik) APPSI : Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh
IndonesiaAPTI : Asosiasi Pedagang Produksi Tekstil IndonesiaAPR : 1) Akademi
Penata Rontgen, 2) Amanat Penderitaan Rakyat, 3) annualized percentage rate of
interest (Persentase tingkat bunga tahunan dari surat pinjaman)APRA : Angkatan
Perang Ratu Adil. Suatu kelompok pengacau keamanan yang anggotanya tentara
bekas KNIL yang melakukan pembunuhan masal terhadap rakyat Bandung pada tahun
1950. Pemberontakan ini dipimpin oleh Kapten Raymond WesterlingAPRI : Angkatan
Perang Republik IndonesiaAPRIS : Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat.
APS : 1) American Physiological Society (Masyarakat fisiologis Amerika), 2)
average propensity to save (Kecenderungan mena-bung rata-rata) APSI : Asosiasi
Pengacara Syariah IndonesiaAPT : average propensity to tax (Kecenderungan
membayar pajak rata-rata) APTA : American Physical Therapy Association (Ikatan
terapis pisik Amerika) APTIK : Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik APTRI :
Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia. Sebuah organisasi yang ber-anggotakan
para petani tebu sebagai wadah perjuangan untuk me-ningkatkan peran dan
kesejahteraan petani tebu AQ : Achievement Quetiont (Pencapaian prestasi)Ar :
argon (unsur kimia)ARC : 1) AIDS Related Complex (AIDS berhubungan kompleks),
2) American Red Cross (Palang merah Amerika)A.R.C.M. : Association of Royal
College of Music (Ikatan sekolah musik)Aref : air refrigasiARF : Asean Regional
Forum (Forum regional Asean)Arhanud : Artileri Pertahanan UdaraARIA : America
Risk and Insurance Association (Asosiasi risiko dan asuransi Amerika) Arindo :
Asosiasi Rotan Indonesia Armed : Artileri MedanArmed GS : Artileri Medan Gerak
sendiriARMS : Automated Road Management System (Sistem manajemen jalan
otomatis)ARP : Assisted Replanting Programe (Program bantuan penanaman
ulang)Arr : arranger (Prajurit)ARPLS : Analisis dan Rencana Pengelolaan
Lingkungan dan Sosial Arsenal : Artileri Senjata Angkatan laut Arsu : Artileri
Serangan Udara ART : 1) Anggaran Rumah Tangga. Pedoman atau the rule of game organisasi
sebagai penjabaran lebih lanjut dari Anggaran Dasar, didalamnya memuat aturan
teknis organisasi secara lebih khusus), 2) Accredited Record Technician
(Teknisi ahli )Art. : artikel ARTO : Account Receivable Turn Over (Penghapusan
utang-utang)AS : 1) alaihissalam, 2) Amerika SerikatA & S : Accident and
Sickness Insurance (Asuransi kesehatan dan penyakit)As : arsenic (unsur
kimia)a.s. : alto-saxophone ASA : 1) American Society of Anesthesiologists
(Masya-rakat anestesi Amerika Serikat), 2) American Standars Association
(Asosiasi standar Amerika), 3) American Surgical Association (Asosiasi ahli
bedah Amerika Serikat), 4) Aksi Stop AIDS, 5) Advertising Standards Authority,
6) Association of the Society of Actuaries (Asosiasi masyarakat
aktuaris)ASAHPENA : Asosiasi Homescholling dan Pendidikan AlternatifASAP : As
Soon As Possible (singkatan dalam bahasa chating/internet)ASCI : American
Society or Clinical Investigation (Masyarakat Penyelidikan klinis Amerika)ASCII
: American Standard Code for Information Interchange (Standar pertukaran kode
informasi Amerika)ASCP : American Society or Clinical Pathologists (Patologi
klinis Amerika)Asda : Asisten duaASEAN : Asssociation of the South east Asia
Nation (Perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara). Dididirikan pada tanggal 8
Agustus 1967 di Bangkok dengan tujuan untuk mengadakan kerjasama regional dalam
bidang ekonomi, sosial pendidikan dan kebudayaan. ASEAN TTA : Asean Tours and
Travel Association (Asosiasi travel dan tours ASEAN )Asekbang : Asisten Ekonomi
dan PembangunanASEM : Asia Eropa MeetingAsendo : Asosiasi Spiritus dan Etanol
IndonesiaASEPHI : Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft IndonesiaASGF :
Association of Secretaries General of Parliament (Himpunan sekretaris jenderal
parlemen)ASH : American Society of Hematology (Masyarakat hematology
Amerika)ASHA : American School Health Association (Ikatan sekolah kesehatan
Amerika)ASHP : American of Hospital Pharmacisty (Rumah sakit farmasi
Amerika)ASI : air susu ibuASIA : analisis situasi ibu dan anak ASIAP : American
Society of Composers Authors and Publisher (Masyarakat pengarang komposer dan
penerbit )ASIC : Aplication Specific Integrated Circuit (Aplikasi spesifik
Sirkuit terintegrasi)ASII : American Science Information Intitute (Insitut ilmu
pengetahuan Amerika)ASIM : 1) American Society of Internal Medicine (Masyarakat
penyakit dalam Amerika Serikat), 2) American Society of Insurance Management
(Masyarakat manajemen Amerika serikat) Asintel : Asisten Intelijen Asip :
Asosiasi Impor Pelumas Indonesia ASIRI : Asosiasi Industri Rekaman Indonesia
ASIREVI : Asosiasi Industri Rekaman Video IndonesiaASITA : Association of the
Indonesia Tours and Travel Agencies (Ikatan agen tour dan perjalanan
Indonesia)Askes : Asuransi KesehatanAskeskin : Asuransi Kesehatan Keluarga
MiskinASKI : Akademi Seni Karawitan Indonesia Askrakindo ; Asosiasi Kerajinan
Kulit IndonesiaAskrindo : Asuransi Kredit IndonesiaAslitbang : Asisten
Penelitian dan Pengembangan Asmen : Asisten MenteriAseminko : Asisten Menteri
KoordinatorASMI : 1) Akademi Sekretaris Manajemen Indonesia, 2) Akademi Seni
Musik Indonesia Asmindo : Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia Asohi : Asosiasi
Obat-obat Hewan Indonesia Asosai : Association Organization of Supreme Audit
Institusions (Ikatan organisasi lembaga audit tertinggi)ASP : 1) American
Society of Parasitologists (Masyarakat ahli parasit Amerika), 2) American
Selling Price (Harga jual Amerika), 3) Aplication Service Provider (Aplikasi
layanan jasa), 4) Active Server Page Aspa : asrama putraAspac : Asian and
Pacific Council (Dewan Asia Pacifik)Aspal : asli tapi palsu Aspen : asisten
penerbangan Aspi : asrama puteri ASPI : Asosiasi Perusahaan Survei dan Pemetaan
Indonesia ASPOHI : Asosiasi Sarana Peralatan Hewan Obat Hewan Indonesia Aspol :
asrama polisi Aspri : asisten pribadi, seseorang yang tugasnya membantu pada
orang lain secara pribadi. Yang menggunakan asisten pribadi biasanya seorang
pejabat atau anggota DPRASRI : Akademi Seni Rupa Indonesia ASRT : American
Society of Radiologic Technologists (Masyarakat Ahli teknik radiologi
Amerika)ASSUC : Association des Organization Professionelles de Commerce des
Sucres pour les Pays de la CEE (Asosiasi organisasi-organisasi pedagang gula
Uni Eropa) ASTA : American Society of Travel Agents (Masyarakat agen travel
Amerika) Astek : Asuransi Sosial Tenaga Kerja Asten : Asrama Tentara Asteng :
Asia TenggaraAster Kasad : Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat ASTI :
Akademi Seni Tari IndonesiaASU : Arizona State University (Universitas Arizona)
Aswaja : ahlussunnah wal jama'ahAT : aktiva tetap At : astatin (jenis unsur
kimia) ATA : 1) Air Transport Association (Asosiasi transportasi udara), 2)
Actual Time of Arrival (Jam tiba/kedatangan sesungguhnya untuk
penerbangan)Atabela : alat tanam benih langsung ATAPI : Aktivitas Terpadu Antar
Perempuan IndonesiaATBM : Alat Tenun Bukan Mesin Atdikbud : Atase Pendidikan
dan Kebudayaan ATC : 1) Air Traffic Controler (Pengawas Lalu Lintas Udara), 2)
average total cost (Total biaya rata-rata)Atekad : Akademi Teknik Angkatan
Darat ATF : Asean Travel Forum (Forum travel Asean)Athan : Atase PertahanansATI
: Asuransi Takaful IndonesiaATIM : Akademi Teknik Industri MakasarATL : Adult
T-cell Leukimia ATM : Automatic Teller Machine (Anjungan Tunai Mandiri)Atm :
atmosfirATMI : Akademi Teknik Mesin Industri, Kolose Michael SurakartaATNI :
Akademi Teater Nasional Indonesia ATP : 1) Automatic Teller Person, 2)
Adenosine Triphosphate (Adenosina terfosfat), 3) Advaced Technology product
(Produk teknologi tinggi), 4) Actual Time of Departure (Jam berangkat
sesunggguhnya untuk penerbangan)ATPU : Akademi Teknik Pekerjaan UmumATR :
Akademi teknik Rontgen ATRA : Advances Technology Regional AircraftATS :
American Thoracil SocietyATVLI : Asosiasi TV Lokal IndonesiaAu : aurum /emas
(jenis unsur kimia)AUB : Akademi Keuangan dan Perbankan AUL : Acutre
Undifferentiated Leukimia (Leukimia akut yang tidak dibedakan)AUP : Akademi
Usaha PerikananAURDC : Asian Vegetable Research and Development Centre (Pusat
penelitian dan pengembangan sayuran Negara-negara Asia)AURI : Angkatan Udara
Republik Indonesia AUT : Akademi Usaha Ternak AVA : Audio Visual Aids
(Peralatan audio visual)AVC : average variable cost (biaya variable
rata-rata)AWACS : Airborne Warning and Control System (Sistem elektronis
mengenai peringatan dan pembuatan pesawat terbang) AWOL : Absent Without Leave
(Absen tanpa mendapat cuti) AWP : Annual Work Program ( Program Kerja Tahunan)
SURAT POLITIK PILPRES
Surat terbuka anak
Amien Rais untuk Jokowi
Metrotvnews.com,
Jakarta: Puteri
mantan Ketua MPR RI Amien Rais, Tasniem Fauzia, meramaikan jagat maya dengan
surat terbuka yang dialamatkan untuk calon presiden nomor urut dua, Joko
Widodo. Surat itu ia tulis dan unggah di akun media sosial Facebook miliknya,
26 Juni 2014.
Dalam surat itu, Tasniem bertanya tentang berbagai hal kepada Jokowi, khususnya terkait pencapresan dan jabatan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. Tak cuma bertanya, perempuan berkerudung yang kini tinggal di Nijmegen, Belanda, itu mengingatkan Jokowi tentang permasalahan bangsa.
Tasniem berharap mantan Wali Kota Surakarta itu menjawab semua pertanyaannya. Tapi, kata Tasniem, Jokowi tak perlu membalas surat tersebut. Juga bukan hanya Jokowi. Tasniem menyilakan siapa saja yang membaca suratnya untuk mengabarkan pada Jokowi.
Berikut surat yang Tasniem unggah di akun Facebook-nya:
"Suratku untuk Yang Terhormat Bapak Jokowi,
Yang saya hormati Bapak Jokowi calon presiden Indonesia,
Dear Pak Jokowi, ini adalah surat dari salah satu anak bangsa Indonesia, yang ingin menyatakan beberapa hal kepada bapak, semoga ketika bapak membaca surat ini, bapak sedang sendiri, dan bisa menggunakan surat ini untuk perenungan bapak secara pribadi.
Yang terhormat bapak Jokowi, ketika anda mengucapkan sumpah di bawah Al-Quran untuk menjadi gubernur DKI Jakarta, apakah anda masih ingat itu Pak? Mengapa bapak seolah-olah lupa dengan janji bapak kepada masyarakat dan juga janji bapak kepada Tuhan YME untuk melaksanakan tugas bapak hingga Jakarta beres?Saya hanya berharap Bapak masih ingat janji dan sumpah itu. Sebuah sumpah dan janji bukankah harus ditepati Pak…
Yang terhormat bapak Jokowi, apakah menurut bapak, menurut hati nurani bapak yang paling terdalam, bapak mampu memimpin 250juta manusia dan rakyat Indonesia? Sedangkan tanggung jawab di Jakarta saja belum terpenuhi, Bapak malah mau mencoba mengemban tanggung jawab yang lebih berat lagi? apakah anda yakin MAMPU mengemban amanat 250 juta rakyat Indonesia yang kebanyakan masih kelaparan ini bapak? Saya mohon bapak bisa menggunakan hati nurani Bapak,pikiran jernih Bapak, bertanya kepada diri sendiri “Apakah saya mampu? Apakah saya punya kapabilitas untuk menjadi pemimpin dari tugas dan amanah yang tidak main-main ini?”
Yang terhormat bapak Jokowi, saya mohon anda mau menanyakan kepada batin bersih dan batin suci bapak, untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah jika nanti anda terpilih menjadi presiden, tidak akan ada lagi pengaruh dari Ibu Megawati di mana Bapak punya keterikatan yang sangat besar dengan beliau, bahkan kita semua tahu ketika beliau menyuruh anda menjadi capres, anda pun harus nurut kepada Ibu Megawati, dan melanggar sumpah bapak ketika menjadi gubernur Jakarta?
Bapak, mohon tanyakan kepada sanubari bapak yang terdalam, dari mana anda dan team anda akan mendapatkan dana yang begitu besar untuk melakukan program-program yang nanti akan anda implementasikan jika menjadi presiden, semua program yang bapak sebutkan ketika debat beberapa waktu silam, seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya itu semua, butuh dana, dan dari mana asalnya selain dari menaikkan pajak Pak? Kalau dari Pak Prabowo sudah sangat jelas, akan diamankannya kekayaan alam bangsa Indonesia yang bocor yang nilainya ribuan trilyun itu per tahunnya untuk dijadikan modal program-program kebaikan pendidikan dan kesehatan. Kalau dari Bapak, dari mana Pak dananya? Sedangkan sekarang APBN kita sudah dalam kondisi defisit?
Pak Jokowi, mohon anda tanyakan ke lubuk hati anda yang paling terdalam pertanyaan ini, "Apakah saya bisa berjanji kepada diri saya sendiri dan Tuhan YME untuk membela NKRI dari penjajahan asing dalam bentuk penguasaan kekayaan alam kita, sumber daya minyak, gas, tembaga, emas,semua tambang mineral kita, kekayaan darat, laut, udara Indonesia?" dan "Apakah saya sanggup dan punya keberanian untuk melakukan renegosiasi dengan pihak asing yang mengklaim pulau-pulau Indonesia sebagai daerah wilayah mereka?Apakah saya yakin saya punya kemampuan untuk memimpin dan mempertahankan keutuhan bangsa kita ini?"
Bapak Jokowi yang saya hormati, anda begitu disanjung-sanjung oleh Amerika, anda dimasukkan di majalah Fortune misalnya, dan kita tahu kebanyakan penguasa kekayaan alam di Indonesia ini adalah negara Amerika yang selalu memuji-muji anda. Apakah jika nanti anda harus duduk berdiplomasi dengan negara amerika atau negara adidaya mana pun yang telah menguasai hajat hidup kami orang banyak ini, anda bisa LEBIH mengutamakan kepentingan kami sebagai rakyat Indonesia? Pak Jokowi, ada satu hal yang Amerika lupa, Founding Father kita pernah berpesan kepada kita semua bangsa Indonesia: "Ingatlah...ingatlah...ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja-puja asing, karna ia akan memperdayaimu"
Bapak Jokowi yang terhormat, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal batin kami, dalam karir Pak Jokowi beberapa tahun terakhir ini, Bapak sering blusukan ke tempat-tempat, dan sering diikuti dan diliput oleh wartawan. Pak Jokowi juga sempat masuk got dalam suatu acara, dan di situ banyak sekali wartawan meliput. Yang ingin saya tanyakan pak, dan ini mohon di jawab dengan hati nurani saja, apakah tidak terbesit sama sekali, bapak kemana-mana, sering ada wartawan yang meliput termasuk ketika masuk got ini, apakah ini ikhlas seutuhnya, atau karna di situ ada media supaya bisa jadi bahan cerita Pak? Bukankah akan lebih terpuji Pak jika blusukan-blusukan itu tidak perlu diliput dan disiarkan di semua media massa?
Bapak Jokowi yang saya hormati, kemarin di debat terakhir tentang Pertahanan bangsa, bapak bilang, “Akan kita bikin rame kalo ada yang mau ngeclaim wilayah kita jadi wilayah mereka”, dengan bapak bilang seperti ini, mohon tanyakan kepada hati bapak : "Apakah saya sanggup untuk mengorbankan jiwa dan raga saya sendiri untuk tumpah darah Indonesia seperti yang telah pak Prabowo lakukan berkali-kali dalam jejak hidupnya?"
Bapak Jokowi, semoga bapak mau merenungkan pertanyaan-pertanyaan, semoga anda berkenan menjawab surat ini dengan hati nurani bapak. Surat ini tidak perlu dibalas, surat ini hanya untuk perenungan pribadi anda sebagai bangsa Indonesia yang tentunya ingin Indonesia ini menjadi negara yang bermartabat, berdaulat, adil, makmur, dan rakyatnya tidak terjajah lagi oleh bangsa asing. Sekali lagi, tanyakan kepada diri sendiri "Apakah saya mampu?"
Surat tulus dari anak bangsa Indonesia,
Nijmegen,26 Juni 2014
Tasniem Fauzia"
Dalam surat itu, Tasniem bertanya tentang berbagai hal kepada Jokowi, khususnya terkait pencapresan dan jabatan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. Tak cuma bertanya, perempuan berkerudung yang kini tinggal di Nijmegen, Belanda, itu mengingatkan Jokowi tentang permasalahan bangsa.
Tasniem berharap mantan Wali Kota Surakarta itu menjawab semua pertanyaannya. Tapi, kata Tasniem, Jokowi tak perlu membalas surat tersebut. Juga bukan hanya Jokowi. Tasniem menyilakan siapa saja yang membaca suratnya untuk mengabarkan pada Jokowi.
Berikut surat yang Tasniem unggah di akun Facebook-nya:
"Suratku untuk Yang Terhormat Bapak Jokowi,
Yang saya hormati Bapak Jokowi calon presiden Indonesia,
Dear Pak Jokowi, ini adalah surat dari salah satu anak bangsa Indonesia, yang ingin menyatakan beberapa hal kepada bapak, semoga ketika bapak membaca surat ini, bapak sedang sendiri, dan bisa menggunakan surat ini untuk perenungan bapak secara pribadi.
Yang terhormat bapak Jokowi, ketika anda mengucapkan sumpah di bawah Al-Quran untuk menjadi gubernur DKI Jakarta, apakah anda masih ingat itu Pak? Mengapa bapak seolah-olah lupa dengan janji bapak kepada masyarakat dan juga janji bapak kepada Tuhan YME untuk melaksanakan tugas bapak hingga Jakarta beres?Saya hanya berharap Bapak masih ingat janji dan sumpah itu. Sebuah sumpah dan janji bukankah harus ditepati Pak…
Yang terhormat bapak Jokowi, apakah menurut bapak, menurut hati nurani bapak yang paling terdalam, bapak mampu memimpin 250juta manusia dan rakyat Indonesia? Sedangkan tanggung jawab di Jakarta saja belum terpenuhi, Bapak malah mau mencoba mengemban tanggung jawab yang lebih berat lagi? apakah anda yakin MAMPU mengemban amanat 250 juta rakyat Indonesia yang kebanyakan masih kelaparan ini bapak? Saya mohon bapak bisa menggunakan hati nurani Bapak,pikiran jernih Bapak, bertanya kepada diri sendiri “Apakah saya mampu? Apakah saya punya kapabilitas untuk menjadi pemimpin dari tugas dan amanah yang tidak main-main ini?”
Yang terhormat bapak Jokowi, saya mohon anda mau menanyakan kepada batin bersih dan batin suci bapak, untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah jika nanti anda terpilih menjadi presiden, tidak akan ada lagi pengaruh dari Ibu Megawati di mana Bapak punya keterikatan yang sangat besar dengan beliau, bahkan kita semua tahu ketika beliau menyuruh anda menjadi capres, anda pun harus nurut kepada Ibu Megawati, dan melanggar sumpah bapak ketika menjadi gubernur Jakarta?
Bapak, mohon tanyakan kepada sanubari bapak yang terdalam, dari mana anda dan team anda akan mendapatkan dana yang begitu besar untuk melakukan program-program yang nanti akan anda implementasikan jika menjadi presiden, semua program yang bapak sebutkan ketika debat beberapa waktu silam, seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya itu semua, butuh dana, dan dari mana asalnya selain dari menaikkan pajak Pak? Kalau dari Pak Prabowo sudah sangat jelas, akan diamankannya kekayaan alam bangsa Indonesia yang bocor yang nilainya ribuan trilyun itu per tahunnya untuk dijadikan modal program-program kebaikan pendidikan dan kesehatan. Kalau dari Bapak, dari mana Pak dananya? Sedangkan sekarang APBN kita sudah dalam kondisi defisit?
Pak Jokowi, mohon anda tanyakan ke lubuk hati anda yang paling terdalam pertanyaan ini, "Apakah saya bisa berjanji kepada diri saya sendiri dan Tuhan YME untuk membela NKRI dari penjajahan asing dalam bentuk penguasaan kekayaan alam kita, sumber daya minyak, gas, tembaga, emas,semua tambang mineral kita, kekayaan darat, laut, udara Indonesia?" dan "Apakah saya sanggup dan punya keberanian untuk melakukan renegosiasi dengan pihak asing yang mengklaim pulau-pulau Indonesia sebagai daerah wilayah mereka?Apakah saya yakin saya punya kemampuan untuk memimpin dan mempertahankan keutuhan bangsa kita ini?"
Bapak Jokowi yang saya hormati, anda begitu disanjung-sanjung oleh Amerika, anda dimasukkan di majalah Fortune misalnya, dan kita tahu kebanyakan penguasa kekayaan alam di Indonesia ini adalah negara Amerika yang selalu memuji-muji anda. Apakah jika nanti anda harus duduk berdiplomasi dengan negara amerika atau negara adidaya mana pun yang telah menguasai hajat hidup kami orang banyak ini, anda bisa LEBIH mengutamakan kepentingan kami sebagai rakyat Indonesia? Pak Jokowi, ada satu hal yang Amerika lupa, Founding Father kita pernah berpesan kepada kita semua bangsa Indonesia: "Ingatlah...ingatlah...ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja-puja asing, karna ia akan memperdayaimu"
Bapak Jokowi yang terhormat, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal batin kami, dalam karir Pak Jokowi beberapa tahun terakhir ini, Bapak sering blusukan ke tempat-tempat, dan sering diikuti dan diliput oleh wartawan. Pak Jokowi juga sempat masuk got dalam suatu acara, dan di situ banyak sekali wartawan meliput. Yang ingin saya tanyakan pak, dan ini mohon di jawab dengan hati nurani saja, apakah tidak terbesit sama sekali, bapak kemana-mana, sering ada wartawan yang meliput termasuk ketika masuk got ini, apakah ini ikhlas seutuhnya, atau karna di situ ada media supaya bisa jadi bahan cerita Pak? Bukankah akan lebih terpuji Pak jika blusukan-blusukan itu tidak perlu diliput dan disiarkan di semua media massa?
Bapak Jokowi yang saya hormati, kemarin di debat terakhir tentang Pertahanan bangsa, bapak bilang, “Akan kita bikin rame kalo ada yang mau ngeclaim wilayah kita jadi wilayah mereka”, dengan bapak bilang seperti ini, mohon tanyakan kepada hati bapak : "Apakah saya sanggup untuk mengorbankan jiwa dan raga saya sendiri untuk tumpah darah Indonesia seperti yang telah pak Prabowo lakukan berkali-kali dalam jejak hidupnya?"
Bapak Jokowi, semoga bapak mau merenungkan pertanyaan-pertanyaan, semoga anda berkenan menjawab surat ini dengan hati nurani bapak. Surat ini tidak perlu dibalas, surat ini hanya untuk perenungan pribadi anda sebagai bangsa Indonesia yang tentunya ingin Indonesia ini menjadi negara yang bermartabat, berdaulat, adil, makmur, dan rakyatnya tidak terjajah lagi oleh bangsa asing. Sekali lagi, tanyakan kepada diri sendiri "Apakah saya mampu?"
Surat tulus dari anak bangsa Indonesia,
Nijmegen,26 Juni 2014
Tasniem Fauzia"
Tanggapan
dan Balasan Achmad Room Fitrianto
Ternyata, surat Tasniem langsung dibalas. Sang pembalas mengaku anak petani yang mendapat berkah hingga bisa kuliah doktoral di Perth, Australia. Dia adalah Ahmad Room Fitrianto, staf pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Surat balasan Ahmad unggah di situs forum Kompasiana
Metrotvnews.com,
Jakarta: Surat terbuka puteri Amien Rais, Tasniem Fauzia, untuk calon presiden
Joko Widodo, mendapat balasan. Sang pembalas mengaku anak petani
yang tengah menempuh jenjang doktoral di Perth, Australia.
Dia adalah Achmad Room Fitrianto, staf pengajar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Achmad membalas hanya beberapa jam setelah Tasniem mengunggah surat terbukanya untuk Jokowi.
Surat balasan Achmad unggah di situs blog forum Kompasiana. Dalam surat itu, Achmad memuji program gebarakan yang Jokowi buat di Surakarta dan Jakarta, termasuk kebiasaan blusukan. Achmad menilai Jokowi diberi mandat mencalonkan diri sebagai presiden karena penduduk Indonesia membutuhkannya, bukan cuma warga DKI Jakarta.
Berikut surat balasan Achmad untuk surat terbuka Tasniem:
"Wahai Saudari Tasniem Fauzia Binti Amien Rais,
Terimakasih atas surat terbukamu terhadap Bapak Jokowidodo calon presiden republik Indonesian,
Respon ini adalah surat jawaban dari anak bangsa yang mewakili suara tulus kebhinekaan,
dimana yang merasa untuk menjawab suratmu tidak perlu dijawab oleh yang bersangkutan cukup sy yg jawab, cukup dijawab oleh anaknya petani yang kebetulan dapat kesempatan study doctoral di Perth,
Pertama menjawab pertanyaan sumpah, saya yakin karena sumpah beliau untuk bisa mengemban amanah pembangunan masyarakat yang lebih baik, menciptakan ruang ruang publik bagi masyarakat yang lebih baik tidak hanya di jakarta tapi juga rakyat Indonesia, itu mengapa beliau mau dan bersedia menerima mandat dari ketua umum PDI Perjuangan untuk menjadi calon presiden. Beliau tidak pernah mencalonkan diri atau mengiklankan diri sebelumnya. Saya yakin dalam perjalanan beliau memimpin jakarta 2 tahun terakhir ini efeknya sangat terasa meski perubahan itu tidak semudah membalikkan tangan, namun proses masih berjalan dan akan terus berjalan. proses perbaikan yang dirasakan masyarakat Jakarta inilah yang ingin juga dirasakan kami para warga yang tinggal di daerah,kami ingin mendapatkan efisiensi pelayanan publik sebagaimana mulai dijalankan di masa kepemimpinan beliau, Jokowi Jusuf Kalla tidak akan sanggup tapi dengan dukungan iklas putra putra terbaik untuk melaksanakan semangat reformasi dan untuk menjadikan Indonesia Hebat saya yakin bersama kita bisa.
Kedua Semua mantan presiden dan semua mantan penjabat tinggi negara termasuk bapak njenengan pasti akan didengar masukannya, termasuk ibu Megawati Soekarnoputri, namun jangan paksa beliau untuk melawan atau menghinakan para mantan presiden dan pejabat tinggi negara, suaranya harus tetep didengar sebagai bahan pertimbangan.
Ketiga, untuk aplikasi program program pemerintah seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya didapatkan dengan banyak jalan. Yang pasti memaksimalkan potensi pendapatan dan mengikis habis tikus tikus anggaran. Transaparansi budgeting dengan sistem lelang online akan mengurangi pat-gulipat permainan anggaran. Dengan maksimalkan potensi pendapat negara dan memaksimalkan kinerja KPK saya yakin program tersebut akan berjalan. Karena inti dari pembangunan adalah pembangunan manusia, bukan explorasi sumber daya alam saja.
Keempat, beliau tidak ada urusan dengan majalah Fortune atau urusan asing lainnya, sejauh tidak memberikan kemaslahatan kepada bangsa ini saya yakin beliau akan "melawan". hal ini sudah terlihat dari setiap kebijakan yang di kreate beliau selau mengedepanakn dialog, diskusi dan yang pasti kepentingan bersama dan memberdayakan. Jadi saya jamin beliau akan tegas dalam renegosiasi kontrak karya perusahaan asing di nusantara.
Kelima, Blusukan adalah suatu proses untuk mendengar langsung keluhan masyarakat, mengkontrol pelaksanaan pembangunan secara langsung, bisa mencari solusi yang tepat krn mendapat informasi yang lebih akurat dan up todate, mengenai wartawan, itu memang kerjaan wartawan mencari berita, baik berita buruk ataupun berita baik, saya ndak tahu motivasi wartawan mengikuti Jokowi blusukan, tapi yang pasti itu wartawan dan media itu memiliki tugas menginformasikan informasi yang perlu diketahui publik, jadi kalau blusukan tidak layak diberitakan ya ndak usah diliput, gitu aja kog repot.
Keenam, Mengorbankan jiwa raga itu tidak harus dengan mengabdi diketentaraan atau ikut berperang, menmgorbankan jiwa raga bisa dilakukan oleh semua profesi termasuk dosen seperti ayahhanda njenengan Prof. Amien Amin Rais atau bapak saya yang seorang petani, dalam era saat ini proses pengorbanan jiwa raga adalah dengan menggulung kepentingan pribadi dan golongan untuk membentuk tatanan masyarakat yang lebih setara seimbang dan makmur adalah proses pengorbanan yang bisa dilakukan oleh anak bangsa.
Menggaris bawahi jawab saya diatas, Jokowi insya Allah akan mampu membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik dengan dukungan seluruh elemen anak bangsa. Indonesia tidak butuh pemimpin yang hanya pandai berkata kata, Indonesia membutuhkan pemimpin yang bekerja.
Saya yakin majunya Jokowidodo akan memberikan harapan kedepan kepada anak cucu kita untuk memiliki kesempatan dan harapan utk jd pemimpin tertinggi negeri ini. Pemimpin yang lahir dari rahim komunitas, rakyat yang bukan bukan jendral, bukan pengusaha super kaya, bukan pemilik media, bukan anak tokoh terkenal, bukan professor, bukan pelaku poligami, bukan doktor apalagi PhD lulusan Luar negeri, yang menjadikan orang biasa bisa bermipi untuk bisa menentukan arah negeri ini
salam dua Jari -Perth 27 Juni 2014"
Dia adalah Achmad Room Fitrianto, staf pengajar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Achmad membalas hanya beberapa jam setelah Tasniem mengunggah surat terbukanya untuk Jokowi.
Surat balasan Achmad unggah di situs blog forum Kompasiana. Dalam surat itu, Achmad memuji program gebarakan yang Jokowi buat di Surakarta dan Jakarta, termasuk kebiasaan blusukan. Achmad menilai Jokowi diberi mandat mencalonkan diri sebagai presiden karena penduduk Indonesia membutuhkannya, bukan cuma warga DKI Jakarta.
Berikut surat balasan Achmad untuk surat terbuka Tasniem:
"Wahai Saudari Tasniem Fauzia Binti Amien Rais,
Terimakasih atas surat terbukamu terhadap Bapak Jokowidodo calon presiden republik Indonesian,
Respon ini adalah surat jawaban dari anak bangsa yang mewakili suara tulus kebhinekaan,
dimana yang merasa untuk menjawab suratmu tidak perlu dijawab oleh yang bersangkutan cukup sy yg jawab, cukup dijawab oleh anaknya petani yang kebetulan dapat kesempatan study doctoral di Perth,
Pertama menjawab pertanyaan sumpah, saya yakin karena sumpah beliau untuk bisa mengemban amanah pembangunan masyarakat yang lebih baik, menciptakan ruang ruang publik bagi masyarakat yang lebih baik tidak hanya di jakarta tapi juga rakyat Indonesia, itu mengapa beliau mau dan bersedia menerima mandat dari ketua umum PDI Perjuangan untuk menjadi calon presiden. Beliau tidak pernah mencalonkan diri atau mengiklankan diri sebelumnya. Saya yakin dalam perjalanan beliau memimpin jakarta 2 tahun terakhir ini efeknya sangat terasa meski perubahan itu tidak semudah membalikkan tangan, namun proses masih berjalan dan akan terus berjalan. proses perbaikan yang dirasakan masyarakat Jakarta inilah yang ingin juga dirasakan kami para warga yang tinggal di daerah,kami ingin mendapatkan efisiensi pelayanan publik sebagaimana mulai dijalankan di masa kepemimpinan beliau, Jokowi Jusuf Kalla tidak akan sanggup tapi dengan dukungan iklas putra putra terbaik untuk melaksanakan semangat reformasi dan untuk menjadikan Indonesia Hebat saya yakin bersama kita bisa.
Kedua Semua mantan presiden dan semua mantan penjabat tinggi negara termasuk bapak njenengan pasti akan didengar masukannya, termasuk ibu Megawati Soekarnoputri, namun jangan paksa beliau untuk melawan atau menghinakan para mantan presiden dan pejabat tinggi negara, suaranya harus tetep didengar sebagai bahan pertimbangan.
Ketiga, untuk aplikasi program program pemerintah seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya didapatkan dengan banyak jalan. Yang pasti memaksimalkan potensi pendapatan dan mengikis habis tikus tikus anggaran. Transaparansi budgeting dengan sistem lelang online akan mengurangi pat-gulipat permainan anggaran. Dengan maksimalkan potensi pendapat negara dan memaksimalkan kinerja KPK saya yakin program tersebut akan berjalan. Karena inti dari pembangunan adalah pembangunan manusia, bukan explorasi sumber daya alam saja.
Keempat, beliau tidak ada urusan dengan majalah Fortune atau urusan asing lainnya, sejauh tidak memberikan kemaslahatan kepada bangsa ini saya yakin beliau akan "melawan". hal ini sudah terlihat dari setiap kebijakan yang di kreate beliau selau mengedepanakn dialog, diskusi dan yang pasti kepentingan bersama dan memberdayakan. Jadi saya jamin beliau akan tegas dalam renegosiasi kontrak karya perusahaan asing di nusantara.
Kelima, Blusukan adalah suatu proses untuk mendengar langsung keluhan masyarakat, mengkontrol pelaksanaan pembangunan secara langsung, bisa mencari solusi yang tepat krn mendapat informasi yang lebih akurat dan up todate, mengenai wartawan, itu memang kerjaan wartawan mencari berita, baik berita buruk ataupun berita baik, saya ndak tahu motivasi wartawan mengikuti Jokowi blusukan, tapi yang pasti itu wartawan dan media itu memiliki tugas menginformasikan informasi yang perlu diketahui publik, jadi kalau blusukan tidak layak diberitakan ya ndak usah diliput, gitu aja kog repot.
Keenam, Mengorbankan jiwa raga itu tidak harus dengan mengabdi diketentaraan atau ikut berperang, menmgorbankan jiwa raga bisa dilakukan oleh semua profesi termasuk dosen seperti ayahhanda njenengan Prof. Amien Amin Rais atau bapak saya yang seorang petani, dalam era saat ini proses pengorbanan jiwa raga adalah dengan menggulung kepentingan pribadi dan golongan untuk membentuk tatanan masyarakat yang lebih setara seimbang dan makmur adalah proses pengorbanan yang bisa dilakukan oleh anak bangsa.
Menggaris bawahi jawab saya diatas, Jokowi insya Allah akan mampu membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik dengan dukungan seluruh elemen anak bangsa. Indonesia tidak butuh pemimpin yang hanya pandai berkata kata, Indonesia membutuhkan pemimpin yang bekerja.
Saya yakin majunya Jokowidodo akan memberikan harapan kedepan kepada anak cucu kita untuk memiliki kesempatan dan harapan utk jd pemimpin tertinggi negeri ini. Pemimpin yang lahir dari rahim komunitas, rakyat yang bukan bukan jendral, bukan pengusaha super kaya, bukan pemilik media, bukan anak tokoh terkenal, bukan professor, bukan pelaku poligami, bukan doktor apalagi PhD lulusan Luar negeri, yang menjadikan orang biasa bisa bermipi untuk bisa menentukan arah negeri ini
salam dua Jari -Perth 27 Juni 2014"
(Jco)
Tanggapan
dan Balasan Dian Paramita (adik kelasnya)
MERDEKA.COM. Surat
terbuka putri Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Tasniem Fauzia untuk
Joko Widodo (Jokowi) mendapat banyak perhatian. Setelah Tasniem membuat surat
terbuka itu, masyarakat banyak yang ikut menanggapi.
Setelah sebelumnya anak seorang petani bernama Achmad Room Fitrianto menjawab surat Tasniem, giliran Dian Paramita yang ikut menanggapi surat terbuka tersebut. Dian mengaku adik kelas Tasniem saat duduk di bangku SMP 5 Yogyakarta.
Saat itu Dian masih duduk di bangku kelas 1, dan Tasniem sudah kelas III. Pertemuan keduanya terjadi saat mengikuti ulangan umum. Keduanya duduk bersebelahan.
"Saya ingat betul, Mbak selalu meminjam pensil saya, lalu pulpen saya, lalu penghapus saya, kemudian Mbak berbisik, "sorry ya Dek, aku kere..." Saya tertawa senang mendengarnya. Karena saat itu Mbak Tasniem adalah anak dari Ketua MPR, Amien Rais,"cerita Dian, Senin (306).
Dian mengaku sangat mengagumi sosok sederhana Tasniem. Meski anak pejabat, Tasniem tetap hidup sederhana. "Berulang kali saya ceritakan tentang sosok Mbak Tasniem yang saya kenal dan kagumi. Saya ceritakan ke ibu saya, ke teman-teman saya, ke siapapun jika sedang membicarakan anak pejabat. Karena Mbak berbeda dengan anak pejabat lainnya, saya bangga pernah mengenal Mbak Tasniem," kenangnya.
"Namun maaf Mbak, kekaguman saya buyar setelah membaca surat terbuka Mbak untuk Jokowi, 26 Juni 2014 lalu. Karena surat itu tidak seperti surat dari Mbak Tasniem yang saya kenal humble, sederhana, dan jujur. Jika saya berpikiran dangkal, tentu saja saya akan berfikir Mbak menulis itu karena Mbak adalah anak dari Amien Rais, pendukung Prabowo. Namun saya menahan diri untuk tidak berfikir seperti itu dulu".
Surat Terbuka untuk Tasniem Fauzia
June 30, 2014
Setelah sebelumnya anak seorang petani bernama Achmad Room Fitrianto menjawab surat Tasniem, giliran Dian Paramita yang ikut menanggapi surat terbuka tersebut. Dian mengaku adik kelas Tasniem saat duduk di bangku SMP 5 Yogyakarta.
Saat itu Dian masih duduk di bangku kelas 1, dan Tasniem sudah kelas III. Pertemuan keduanya terjadi saat mengikuti ulangan umum. Keduanya duduk bersebelahan.
"Saya ingat betul, Mbak selalu meminjam pensil saya, lalu pulpen saya, lalu penghapus saya, kemudian Mbak berbisik, "sorry ya Dek, aku kere..." Saya tertawa senang mendengarnya. Karena saat itu Mbak Tasniem adalah anak dari Ketua MPR, Amien Rais,"cerita Dian, Senin (306).
Dian mengaku sangat mengagumi sosok sederhana Tasniem. Meski anak pejabat, Tasniem tetap hidup sederhana. "Berulang kali saya ceritakan tentang sosok Mbak Tasniem yang saya kenal dan kagumi. Saya ceritakan ke ibu saya, ke teman-teman saya, ke siapapun jika sedang membicarakan anak pejabat. Karena Mbak berbeda dengan anak pejabat lainnya, saya bangga pernah mengenal Mbak Tasniem," kenangnya.
"Namun maaf Mbak, kekaguman saya buyar setelah membaca surat terbuka Mbak untuk Jokowi, 26 Juni 2014 lalu. Karena surat itu tidak seperti surat dari Mbak Tasniem yang saya kenal humble, sederhana, dan jujur. Jika saya berpikiran dangkal, tentu saja saya akan berfikir Mbak menulis itu karena Mbak adalah anak dari Amien Rais, pendukung Prabowo. Namun saya menahan diri untuk tidak berfikir seperti itu dulu".
Surat Terbuka untuk Tasniem Fauzia
June 30, 2014
Yang Terhormat Mbak Tasniem Fauzia,
yang dulu sangat saya kagumi sebagai kakak kelas di SMP 5 Yogyakarta.
Mungkin Mbak lupa siapa saya. Panggilan saya Mimit. Saat saya kelas 1 dan Mbak Tasniem kelas 3, kita mendapat kursi bersebelahan untuk mengikuti ulangan umum. Saya ingat betul, Mbak selalu meminjam pensil saya, lalu pulpen saya, lalu penghapus saya, kemudian Mbak berbisik, "sorry ya Dek, aku kere..." Saya tertawa senang mendengarnya. Karena saat itu Mbak Tasniem adalah anak dari Ketua MPR, Amien Rais.
Kita sering mengobrol saat ujian. Dari situ Mbak tau saya fans berat grup musik The Moffatts. Kita bercerita mengenai pengalaman kita nonton konser The Moffatts. Saya nonton yang di Jakarta, Mbak yang di Bandung. Beberapa hari kemudian, Mbak jauh-jauh jalan dari kelas Mbak untuk mendatangi kelas saya, lalu memberikan foto-foto The Moffatts yang Mbak jepret di Bandung. Saya senang sekali. Sampai sekarang foto itu saya simpan.
Setelah Mbak sudah SMA dan saya masih SMP, saya sempat bertemu dengan Mbak di sebuah toko buku. Saat itu Mbak memakai celana baggy hijau dan kaos band berwarna hitam. Mbak terlihat tomboy dan sederhana. Dengan senyum Mbak membalas sapaan saya. Saya yakin, di toko buku itu tak ada yang tau bahwa Mbak Tasniem adalah anak seorang Ketua MPR.
Berulang kali saya ceritakan tentang sosok Mbak Tasniem yang saya kenal dan kagumi. Saya ceritakan ke ibu saya, ke teman-teman saya, ke siapapun jika sedang membicarakan anak pejabat. Karena Mbak berbeda dengan anak pejabat lainnya, saya bangga pernah mengenal Mbak Tasniem.
Namun maaf Mbak, kekaguman saya buyar setelah membaca surat terbuka Mbak untuk Jokowi, 26 Juni 2014 lalu. Karena surat itu tidak seperti surat dari Mbak Tasniem yang saya kenal humble, sederhana, dan jujur. Jika saya berpikiran dangkal, tentu saja saya akan berfikir Mbak menulis itu karena Mbak adalah anak dari Amien Rais, pendukung Prabowo. Namun saya menahan diri untuk tidak berfikir seperti itu dulu.
Oleh karena itu, saya sungguh-sungguh ingin bertanya, apakah benar Mbak Tasniem yang menulis surat itu? Tanpa desakan atau pengaruh dari orang lain? Saya juga berharap Mbak menjawab dengan hati nurani yang paling dalam, jika benar Mbak menulis surat itu, apakah Mbak yakin surat itu baik untuk bangsa ini?
Saya yakin sulit bagi Mbak Tasniem untuk menjawabnya dengan hati nurani yang paling dalam jika di sekeliling Mbak Tasniem adalah pendukung Prabowo. Apalagi mereka adalah keluarga tercinta. Oleh karena itu ijinkan saya membantu Mbak untuk merenunginya dan menjawab beberapa pertanyaan Mbak untuk Jokowi yang saya rasa tidak tepat.
Sumpah Jabatan Jokowi
Pertanyaan Mbak mengenai Jokowi yang meninggalkan Jakarta bukan pertanyaan baru. Saya sudah sering mendengar pertanyaan template ini dari para pendukung Prabowo. Mengapa Jokowi melanggar sumpah jabatannya untuk menyelesaikan Jakarta dan justru mencalonkan diri sebagai presiden?
Sebelum menjawab terlalu jauh, ada yang harus diluruskan terlebih dahulu agar Mbak Tasniem maupun semua pembaca surat Mbak tidak salah mengerti apa isi sumpah jabatan. Berikut isi sumpah jabatan yang disebutkan Jokowi maupun Ahok di pelantikan mereka 2012 lalu.
Demi Allah saya bersumpahsaya berjanji.
Akan memenuhi kewajiban saya,
sebagai GubernurWakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta,
dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,
memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya,
dengan selurus-lurusnya,
serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa.
Semoga Tuhan menolong saya.
Agar
lebih jelas, Mbak Tasniem bisa menonton video sumpah jabatan Jokowi-Ahok
disini:Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur
DKI masa periode 2012-2017 .
Mendengarkan ulang pelantikan itulah yang membuat saya bertanya, apakah Mbak Tasniem betul-betul sudah membaca atau mendengar ulang isi pelantikan Jokowi dengan Ahok tersebut? Karena dalam pelantikan itu saya tidak menemukan satu katapun sumpah Jokowi harus menyelesaikan Jakarta hingga beres. Seperti yang sudah diatur, Jokowi mengucapkan ulang sumpah jabatan itu untuk menjadi Gubernur DKI yang baik, adil, lurus, sesuai UUD '45, UU, dan peraturan, untuk berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa. Lalu dimana letak Jokowi melanggar sumpah jabatan seperti kata Mbak Tasniem?
Kalaupun kita mengalah menggunakan logika Mbak Tasniem untuk menuntut sumpah Jokowi agar membereskan Jakarta, maka semua gubernur sebelum Jokowi juga harus kita tuntut. Mereka semua juga belum membereskan Jakarta. Mengapa hanya Jokowi saja yang dituntut? Toh Jakarta "tidak beres" bukan karena Jokowi. Justru seharusnya kita menuntut mereka yang membuat Jakarta sedemikian rupa buruknya.
Saya setuju Jakarta itu penting untuk segera diperbaiki. Tetapi Jakarta tidak serta merta hancur lebur jika ditinggalkan Jokowi. Jokowi memiliki wakil sehebat Ahok. Jokowi tahu itu. Ahok pun adalah sosok yang diunggulkan Prabowo. Maka jika Jokowi bisa mempercayakan Ahok untuk menggantikannya memimpin Jakarta, mengapa Prabowo sebagai pencalon Ahok tidak bisa percaya kepadanya? Mengapa Mbak Tasniem tidak bisa percaya kepada Ahok?
Mungkin Mbak Tasniem hanya sedikit tidak teliti membaca sumpah jabatan Jokowi. Saya pahami. Itu normal terjadi. Namun Mbak, dari tuntutan Mbak tersebut, yang paling menggelisahkan adalah seakan mengingatkan Jokowi untuk menyelesaikan Jakarta itu jauh lebih penting daripada mengingatkan Prabowo untuk menyelesaikan kasus penculikan 1998. Ada 23 orang diculik, 9 mengaku disiksa, 13 belum kembali, dan 1 mati ditembak. Beberapa korban yang kembali pernah bertemu korban yang masih hilang di markas Kopassus Cijantung. Sehingga Prabowo tidak serta merta terlepas dari keterkaitan kasus korban yang masih hilang.
Mungkin Mbak Tasniem tidak tau, bahwa kasus penculikan 1998 belum selesai. Prabowo belum dinyatakan bersalah atau tidak bersalah oleh pengadilan karena pengadilan untuk kasus ini tidak kunjung dilakukan. Sejak 1998, 3 lembaga negara antara lain Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Tim Ad Hoc Komnas HAM, dan Tim Gabungan Pencari Fakta, sudah melakukan penyelidikan dan menemukan keterlibatan Prabowo dalam kasus penculikan 1998 tersebut. Dalam penyelidikannya, tahun 2005-2006 Tim Ad Hoc Komnas HAM memanggil Prabowo untuk bersaksi, namun ia mangkir tak pernah memenuhi panggilan. Tahun 2006, dibantu DPR, Komnas HAM mengajukan pengadilan kasus ini ke Jaksa Agung. Namun hingga detik ini, pengadilan kasus ini belum juga disetujui. Jadi sekali lagi, belum ada pengadilan untuk kasus ini. Maka belum ada kejelasan hukum mengenai status Prabowo bersalah atau tidak bersalah. Untuk lebih jelasnya, saya pernah menulis disini: Rangkaian Penculikan dan Keterlibatan Prabowo .
Lalu apakah memintanya untuk segera menyelesaikan kasus ini di pengadilan tidak jauh lebih penting? Ada 9 keluarga korban yang selama 16 tahun menanti kejelasan dimana orang tercinta mereka, Mbak. 16 tahun dan belum ada keadilan. Kata seorang ibu korban yang masih hilang, "separuh usiaku untuk membesarkan anakku. Separuh jiwaku terus sepi menunggu dia kembali..."
Tidak seperti Jokowi yang bisa digantikan Ahok dalam memimpin Jakarta, penyelesaian kasus penculikan 1998 hanya bisa dimulai dari kesaksian Prabowo. Tak ada yang bisa menyelesaikan kasus ini tanpa Prabowo ke pengadilan dan membuka semua kebenaran. Termasuk menyeret semua jendral yang terlibat.
Lagipula, menurut surat rekomendasi DKP pun Prabowo direkomendasikan untuk diberhentikan dari dinas keprajuritan karena melanggar Sapta Marga dan sumpah prajurit. Salah satu sumpah prajurit adalah tidak membantah perintah atasan dan salah satu isi Sapta Marga adalah membela kejujuran, kebenaran, maupun keadilan. Prabowo melanggar sumpah prajuritnya dengan melakukan tindakan yang tidak sesuai komando atasannya. Prabowo pun melanggar Sapta Marga-nya karena tidak bersedia memberi kesaksian saat dipanggil Komnas HAM terkait kasus penculikan 1998. Walaupun kesaksiaan Prabowo penting untuk memberikan keadilan kepada korban dan keluarga korban.
Mbak Tasniem, justru inilah yang disebut melanggar sumpah jabatan. Apa yang diucap Prabowo, tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya. Lalu mengapa Mbak Tasniem lebih menggelisahkan Jakarta dan Jokowi yang ternyata tidak melanggar ucapan sumpahnya, daripada menggelisahkan nasib kakak-kakak kita yang diculik, disiksa, dibunuh, dihilangkan, dan Prabowo yang jelas melanggar ucapan sumpahnya?
Ditakut vs Disegani
Mbak Tasniem yang cantik, ingat tidak kita pernah mengidolai The Moffatts? Sampai rela berdesak-desakan untuk menonton mereka dan mengambil gambar mereka. The Moffatts adalah band asing asal Kanada. Namun apakah kita takut kepada mereka? Kita menyukai dan mengaggumi mereka, bukan takut pada mereka. Itulah yang penting dalam menjalin hubungan antar bangsa. Saling menghormati dan dihormati. Bukan saling menakuti dan ditakuti.
Menurut Mbak Tasniem founding father kita pernah berpesan untuk memiliki pemimpin yang ditakuti, dibenci, dan dicaci maki asing karena pemimpin yang seperti itulah yang akan membela kepentingan bangsa. Tapi saya rasa ini tidak tepat untuk di jaman yang lebih ramah seperti sekarang. Saya katakan ramah karena di jaman sekarang ini, segala permasalah antar negara tidak lagi diselesaikan dengan perang. Tetapi sebisa mungkin kita selesaikan dengan menggunakan cara damai kekeluargaan yaitu jalur diplomasi.
Maka untuk apa memiliki pemimpin yang ditakuti bangsa lain? Kita tidak sedang berperang. Kita sedang menjalin hubungan baik saling menguntungkan antar bangsa. Memiliki pemimpin yang ditakuti tidak akan memberi dampak yang positif bagi bangsa ini. Contohnya Korea Utara. Amerika Serikat bahkan PBB pun tak dapat ikut campur dengan apa yang sudah Kim Jong Un perbuat dengan keji kepada rakyatnya. Karena mereka takut. Lalu apakah ketakutan AS pada Kim Jong Un itu berdampak baik bagi rakyat Korea Utara? Justru tidak. Jika kita kaget dan iba menonton film jaman dahulu yang rajanya menyiksa rakyat dan memperlakukan rakyat dengan tidak adil, maka jangan kaget pula jika itu masih terjadi di Korea Utara. Hingga detik ini.
Sehingga bagi saya Mbak Tasniem, kita tidak lagi membutuhkan pemimpin yang ditakuti, namun disegani bangsa asing. Karena di jaman kita sekarang, kita tidak lagi sedang berperang, namun kita sedang bekerja sama yang saling menguntungkan. Saya mohon Mbak Tasniem, jangan lagi memandang bangsa asing sebagai musuh. Karena itu akan menghacurkan kita sendiri. Pandanglah bangsa asing sebagai teman baik untuk bekerja sama dan berkompetisi. Untuk memiliki teman baik seperti itu, maka kita harus ramah namun disegani, bukan ditakuti.
Saya percaya, bahwa Jokowi tidak akan sempurna nantinya. Namun saya pun percaya, dia bukan jenis pemimpin yang represif atau yang memaksakan perintahnya kepada rakyat. Sehingga nantinya, jika Mbak Tasniem merasa Jokowi tidak bisa membela kepentingan bangsa di atas kepentingan asing, kita bisa dengan lantang tanpa rasa takut untuk mengkritisinya.
Jokowi dan Bangsa Asing
Mendengarkan ulang pelantikan itulah yang membuat saya bertanya, apakah Mbak Tasniem betul-betul sudah membaca atau mendengar ulang isi pelantikan Jokowi dengan Ahok tersebut? Karena dalam pelantikan itu saya tidak menemukan satu katapun sumpah Jokowi harus menyelesaikan Jakarta hingga beres. Seperti yang sudah diatur, Jokowi mengucapkan ulang sumpah jabatan itu untuk menjadi Gubernur DKI yang baik, adil, lurus, sesuai UUD '45, UU, dan peraturan, untuk berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa. Lalu dimana letak Jokowi melanggar sumpah jabatan seperti kata Mbak Tasniem?
Kalaupun kita mengalah menggunakan logika Mbak Tasniem untuk menuntut sumpah Jokowi agar membereskan Jakarta, maka semua gubernur sebelum Jokowi juga harus kita tuntut. Mereka semua juga belum membereskan Jakarta. Mengapa hanya Jokowi saja yang dituntut? Toh Jakarta "tidak beres" bukan karena Jokowi. Justru seharusnya kita menuntut mereka yang membuat Jakarta sedemikian rupa buruknya.
Saya setuju Jakarta itu penting untuk segera diperbaiki. Tetapi Jakarta tidak serta merta hancur lebur jika ditinggalkan Jokowi. Jokowi memiliki wakil sehebat Ahok. Jokowi tahu itu. Ahok pun adalah sosok yang diunggulkan Prabowo. Maka jika Jokowi bisa mempercayakan Ahok untuk menggantikannya memimpin Jakarta, mengapa Prabowo sebagai pencalon Ahok tidak bisa percaya kepadanya? Mengapa Mbak Tasniem tidak bisa percaya kepada Ahok?
Mungkin Mbak Tasniem hanya sedikit tidak teliti membaca sumpah jabatan Jokowi. Saya pahami. Itu normal terjadi. Namun Mbak, dari tuntutan Mbak tersebut, yang paling menggelisahkan adalah seakan mengingatkan Jokowi untuk menyelesaikan Jakarta itu jauh lebih penting daripada mengingatkan Prabowo untuk menyelesaikan kasus penculikan 1998. Ada 23 orang diculik, 9 mengaku disiksa, 13 belum kembali, dan 1 mati ditembak. Beberapa korban yang kembali pernah bertemu korban yang masih hilang di markas Kopassus Cijantung. Sehingga Prabowo tidak serta merta terlepas dari keterkaitan kasus korban yang masih hilang.
Mungkin Mbak Tasniem tidak tau, bahwa kasus penculikan 1998 belum selesai. Prabowo belum dinyatakan bersalah atau tidak bersalah oleh pengadilan karena pengadilan untuk kasus ini tidak kunjung dilakukan. Sejak 1998, 3 lembaga negara antara lain Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Tim Ad Hoc Komnas HAM, dan Tim Gabungan Pencari Fakta, sudah melakukan penyelidikan dan menemukan keterlibatan Prabowo dalam kasus penculikan 1998 tersebut. Dalam penyelidikannya, tahun 2005-2006 Tim Ad Hoc Komnas HAM memanggil Prabowo untuk bersaksi, namun ia mangkir tak pernah memenuhi panggilan. Tahun 2006, dibantu DPR, Komnas HAM mengajukan pengadilan kasus ini ke Jaksa Agung. Namun hingga detik ini, pengadilan kasus ini belum juga disetujui. Jadi sekali lagi, belum ada pengadilan untuk kasus ini. Maka belum ada kejelasan hukum mengenai status Prabowo bersalah atau tidak bersalah. Untuk lebih jelasnya, saya pernah menulis disini: Rangkaian Penculikan dan Keterlibatan Prabowo .
Lalu apakah memintanya untuk segera menyelesaikan kasus ini di pengadilan tidak jauh lebih penting? Ada 9 keluarga korban yang selama 16 tahun menanti kejelasan dimana orang tercinta mereka, Mbak. 16 tahun dan belum ada keadilan. Kata seorang ibu korban yang masih hilang, "separuh usiaku untuk membesarkan anakku. Separuh jiwaku terus sepi menunggu dia kembali..."
Tidak seperti Jokowi yang bisa digantikan Ahok dalam memimpin Jakarta, penyelesaian kasus penculikan 1998 hanya bisa dimulai dari kesaksian Prabowo. Tak ada yang bisa menyelesaikan kasus ini tanpa Prabowo ke pengadilan dan membuka semua kebenaran. Termasuk menyeret semua jendral yang terlibat.
Lagipula, menurut surat rekomendasi DKP pun Prabowo direkomendasikan untuk diberhentikan dari dinas keprajuritan karena melanggar Sapta Marga dan sumpah prajurit. Salah satu sumpah prajurit adalah tidak membantah perintah atasan dan salah satu isi Sapta Marga adalah membela kejujuran, kebenaran, maupun keadilan. Prabowo melanggar sumpah prajuritnya dengan melakukan tindakan yang tidak sesuai komando atasannya. Prabowo pun melanggar Sapta Marga-nya karena tidak bersedia memberi kesaksian saat dipanggil Komnas HAM terkait kasus penculikan 1998. Walaupun kesaksiaan Prabowo penting untuk memberikan keadilan kepada korban dan keluarga korban.
Mbak Tasniem, justru inilah yang disebut melanggar sumpah jabatan. Apa yang diucap Prabowo, tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya. Lalu mengapa Mbak Tasniem lebih menggelisahkan Jakarta dan Jokowi yang ternyata tidak melanggar ucapan sumpahnya, daripada menggelisahkan nasib kakak-kakak kita yang diculik, disiksa, dibunuh, dihilangkan, dan Prabowo yang jelas melanggar ucapan sumpahnya?
Ditakut vs Disegani
Mbak Tasniem yang cantik, ingat tidak kita pernah mengidolai The Moffatts? Sampai rela berdesak-desakan untuk menonton mereka dan mengambil gambar mereka. The Moffatts adalah band asing asal Kanada. Namun apakah kita takut kepada mereka? Kita menyukai dan mengaggumi mereka, bukan takut pada mereka. Itulah yang penting dalam menjalin hubungan antar bangsa. Saling menghormati dan dihormati. Bukan saling menakuti dan ditakuti.
Menurut Mbak Tasniem founding father kita pernah berpesan untuk memiliki pemimpin yang ditakuti, dibenci, dan dicaci maki asing karena pemimpin yang seperti itulah yang akan membela kepentingan bangsa. Tapi saya rasa ini tidak tepat untuk di jaman yang lebih ramah seperti sekarang. Saya katakan ramah karena di jaman sekarang ini, segala permasalah antar negara tidak lagi diselesaikan dengan perang. Tetapi sebisa mungkin kita selesaikan dengan menggunakan cara damai kekeluargaan yaitu jalur diplomasi.
Maka untuk apa memiliki pemimpin yang ditakuti bangsa lain? Kita tidak sedang berperang. Kita sedang menjalin hubungan baik saling menguntungkan antar bangsa. Memiliki pemimpin yang ditakuti tidak akan memberi dampak yang positif bagi bangsa ini. Contohnya Korea Utara. Amerika Serikat bahkan PBB pun tak dapat ikut campur dengan apa yang sudah Kim Jong Un perbuat dengan keji kepada rakyatnya. Karena mereka takut. Lalu apakah ketakutan AS pada Kim Jong Un itu berdampak baik bagi rakyat Korea Utara? Justru tidak. Jika kita kaget dan iba menonton film jaman dahulu yang rajanya menyiksa rakyat dan memperlakukan rakyat dengan tidak adil, maka jangan kaget pula jika itu masih terjadi di Korea Utara. Hingga detik ini.
Sehingga bagi saya Mbak Tasniem, kita tidak lagi membutuhkan pemimpin yang ditakuti, namun disegani bangsa asing. Karena di jaman kita sekarang, kita tidak lagi sedang berperang, namun kita sedang bekerja sama yang saling menguntungkan. Saya mohon Mbak Tasniem, jangan lagi memandang bangsa asing sebagai musuh. Karena itu akan menghacurkan kita sendiri. Pandanglah bangsa asing sebagai teman baik untuk bekerja sama dan berkompetisi. Untuk memiliki teman baik seperti itu, maka kita harus ramah namun disegani, bukan ditakuti.
Saya percaya, bahwa Jokowi tidak akan sempurna nantinya. Namun saya pun percaya, dia bukan jenis pemimpin yang represif atau yang memaksakan perintahnya kepada rakyat. Sehingga nantinya, jika Mbak Tasniem merasa Jokowi tidak bisa membela kepentingan bangsa di atas kepentingan asing, kita bisa dengan lantang tanpa rasa takut untuk mengkritisinya.
Jokowi dan Bangsa Asing
Tentu saja sosok Jokowi sudah menjadi sosok yang disegani bangsa asing. Ia berulang kali disorot media asing dengan positif. Salah satunya, seperti yang Mbak Tasniem sebutkan, Jokowi masuk dalam majalah Fortune. Tidak tanggung-tanggung ia dinobatkan sebagai salah satu dari 50 pemimpin terbaik di dunia. Ia disandingkan dengan para pemimpin hebat lainnya seperti Dalai Lama, Bill Clinton, Pope Francis, dan Aung San Suu Kyi. Mengutip majalah Fortune sebelum memperkenalkan 50 pemimpin hebat versi mereka,
In era that feels starved for leadership, we've found men and women who will inspire you - some famous, others little known, all of them energizing their followers and making the world better.
Membaca kutipan itu dan mengetahui bahwa ada orang Indonesia termasuk yang disebut di dalam kutipan itu, maka seharusnya Mbak Tasniem bangga, bukan khawatir. Bahwa ada calon pemimpin kita yang disegani bangsa asing sedemikian rupa. Sehingga akan membantu kita berhubungan baik saling menguntungkan dengan mereka.
Jokowi Mampu
Mbak Tasniem yang manis, sebenarnya apa yang Mbak tanyakan kepada Jokowi mengenai kemampuannya memimpin 250 juta jiwa Indonesia seharusnya ditanyakan juga kepada Prabowo. Apakah Prabowo mampu? Namun baik Jokowi maupun Prabowo tidak perlu menjawab. Hanya rekam jejak mereka yang bisa menjawab dengan jujur, apakah mereka mampu atau tidak memimpin bangsa ini?
Rekam jejak Jokowi mengatakan ia mampu. Ia telah memimpin Kota Solo dengan baik. Kalo tidak baik, mengapa rakyat Solo menyanjung dan menghormatinya hingga sekarang? Bahkan mendukungnya untuk menjadi presiden? Kalo tidak baik, mengapa sejak dahulu kita sudah mendengar nama Jokowi walaupun ia hanya seorang walikota? Saya ingat betul saya mendengar nama besar Jokowi pada tahun 2011, di acara Provocative Proactive yang dipandu teman baik saya Pandji Pragiwaksono. Acara ini adalah sebuah acara remaja yang membahas politik. Di kesempatan itu Mas Pandji menyebut Jokowi sebagai seorang walikota yang hebat. Beberapa bulan kemudian banyak sekali berita baik mengenai kinerjanya. Karena itu masyarakat memohon kepada PDIP untuk mencalonkan Jokowi agar memimpin ibukota Indonesia, Jakarta. Ia pun berangkat ke Jakarta dan terpilih. Tidak sampai disitu, ia pun melakukan berbagai perubahan berarti, seperti pembangunan MRT, penertiban Tanah Abang, penertiban topeng monyet, dsb. Kemudian masyarakat memohon kepada Megawati dan PDIP untuk mencalonkan Jokowi sebagai presiden. Termasuk saya. Termasuk keluarga saya. Termasuk teman-teman saya. Banyak. Ia mencalonkan diri sebagai presiden bukan karena paksaan Megawati, namun karena paksaan saya dan jutaan rakyat lainnya.
Sementara rekam jejak Prabowo belum menunjukkan ia mampu memimpin 250 juta jiwa Indonesia. Ia adalah mantan seorang pemimpin prajurit militer. Mbak Tasniem, prajurit militer itu berbeda dengan rakyat sipil. Dimana prajurit harus menuruti semua komando pemimpinnya, tanpa boleh protes. Berbeda dengan rakyat sipil yang justru idealnya terus mengkritisi pemerintah jika dirasa kebijakannya tidak baik. Bahkan sebagai prajurit pun Prabowo pernah diberhentikan dari ABRI 11 tahun sebelum masa pensiunnya. Disini letak perbedaannya. Jokowi sudah teruji dan dipuji saat memimpin rakyat sipil di 2 wilayah Indonesia, sementara Prabowo belum teruji dan bahkan pernah diberhentikan dari militer.
Maka dari itu Mbak Tasniem, bertanyalah pada hati yang terdalam, apakah seseorang bisa kita percaya akan menjadi pemimpin yang baik jika belum teruji dan pernah diberhentikan? Menurut rekam jejak kedua calon, siapakah yang lebih siap dan mampu memimpin 250 juta jiwa Indonesia yang mayoritas sipil itu?
Blusukan Jokowi
Saya tahu Mbak Tasniem dari keluarga muslim yang dihormati. Saya pun yakin Mbak Tasniem adalah seorang muslimah yang baik. Karena muslimah yang baik adalah mereka yang selalu berprasangka baik. Maka mari kita berprasangka baik pada blusukan Jokowi.
Blusukan Jokowi tidak begitu saja langsung diketahui media lalu disorot. Ada prosesnya. Darimana media tau Jokowi blusukan jika sebelumnya Jokowi tidak blusukan di berbagai tempat? Blusukan Jokowi dilakukannya jauh sebelum media tahu, lalu kemudian menjadi pembahasan masyarakat, lalu kemudian media tertarik dan meliput.
Namun untuk menjawab keraguan Mbak Tasniem mengenai keikhlasan Jokowi dalam blusukan dan kesederhanaannya, mungkin Mbak Tasniem perlu mengetahui cerita kesaksian dari 3 anak bangsa ini. Namanya Maya Eliza, Vicky Nidya Putri, dan Fandy.
Karena kagum, baik Maya, Vicky, maupun Fandy membagikan cerita dan fotonya ke Facebook. Pengalaman mereka ini menjadi viral dibagikan oleh anak bangsa lainnya. Ini bukan cerita dari media. Ini cerita dari anak bangsa seperti kita, Mbak Tasniem.
Dana dan Kebocoran
Menanggapi pertanyaan Mbak tentang asal dana untuk program Jokowi akan sulit. Karena itu memang hanya bisa ditanggapi oleh Jokowi dan timnya sendiri. Namun kemudian Mbak Tasniem menyebutkan kebocoran kekayaan alam Indonesia yang dijelaskan Prabowo di dalam debat capres kedua.
Mbak Tasniem yang cerdas, bukankah kebocoran yang disebut Prabowo itu penuh perdebatan? Jika Prabowo mengaku mendapatkan data kebocoran itu dari Abraham Samad, maka sebenarnya maksud Abraham Samad yang bocor itu bukan dana yang sudah ada, bukan pula alam Indonesia. Maksud Abraham Samad mengenai kebocoran adalah hilangnya potensi pendapatan negara. Potensi ini hilang bukan karena dicuri, namun karena banyak pengusaha yang tidak membayar pajak atau banyaknya produk impor yang masuk.
Jika menurut Mbak Tasniem dana program Prabowo berasal dari kebocoran itu, maka ini berarti pihak Prabowo menggantungkan dana program mereka dari sesuatu yang masih bersifat potensi. Potensi yang masih mungkin berhasil didapatkan, tetapi mungkin juga tidak berhasil didapatkan. Kemungkinan potensi ini berhasil didapatkan negara adalah melalui perbaikan peraturan pajak atau ketegasan pemerintah dalam menarik pajak kepada pengusaha. Lain lagi dalam impor, potensi baru bisa berhasil didapatkan jika pemerintah mampu melindungi produk dalam negri dari impor.
Tentu saja untuk menuju keberhasilan, kedua cara ini prosesnya bersifat lama. Jika demikian, sambil menunggu proses mendapatkan dana dari potensi itu, dari mana dana untuk program-program Prabowo? Bahkan potensi dana belum tentu berhasil didapatkan. Jika tidak berhasil didapatkan kemudian pertanyaannya, dari mana dana untuk program-program Prabowo?
Bertanya Pada Hati Nurani
Sejujurnya saya kecewa dengan isi surat Mbak Tasniem. Surat Mbak Tasniem menggelisahkan untuk bangsa ini. Karena Mbak Tasniem seakan lebih mengkhawatirkan Jakarta dipimpin Ahok daripada mengkhawatirkan 13 anak bangsa yang masih hilang di bawah komando Prabowo. Seakan sumpah jabatan Jokowi itu lebih berdosa daripada Prabowo melanggar sumpah prajuritnya. Seakan blusukan Jokowi itu perlu dicurigai daripada mencurigai koalisi gemuk dan koruptor pengemplang pajak di belakang Prabowo. Seakan jaman sekarang lebih butuh pemimpin yang ditakuti karena pernah melanggar HAM daripada pemimpin yang disegani dan dipuji bangsa lain. Seakan lebih tepat meremehkan kemampuan Jokowi yang terbukti sudah mampu memimpin 2 wilayah di Indonesia daripada meremehkan Prabowo yang belum pernah memimpin sipil dan jelas diberhentikan atasannya. Seakan lebih baik memaklumi masa lalu kelam Prabowo dan orang-orang lama bermasalah di belakangnya daripada memaklumi masa lalu Jokowi yang terbukti baik.
Kita tidak sedang bertaruh seperti suporter sepak bola dengan taruhan uang pribadi. Kita sedang menentukan masa depan bangsa, yang taruhannya anak-cucu kita nanti. Memang betul kita harus selalu bertanya pada hati nurani yang paling dalam untuk keputusan kita memilih pemimpin nanti. Maka Mbak Tasniem, mohon tanyakan pada diri sendiri, apakah benar Mbak Tasniem menulis surat itu dengan hati yang paling dalam?
Surat tulus dari mantan adik kelasmu yang dulu mengaggumimu,
Jakarta, 30 Juni 2014,
Dian Paramita
PS: Surat ini tak perlu dibalas.
Selasa, 29 Oktober 2013
RUANG LINGKUP BAHASA
Secara umum, bidang ilmu bahasa dibedakan atas linguistik murni dan linguistik terapan. Bidang linguistik murni mencakup fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Sedangkan bidang linguistik terapan mencakup pengajaran bahasa, penerjemahan, leksikografi, dan lain-lain. Beberapa bidang tersebut akan kita eksplorasi melalui rangkaian seri tulisan ini.
Fonetik mengacu pada artikulasi bunyi bahasa. Para ahli fonetik telah berhasil menentukan cara artikulasi dari berbagai bunyi bahasa dan membuat abjad fonetik internasional sehingga memudahkan seseorang untuk mempelajari dan mengucapkan bunyi yang tidak ada dalam bahasa ibunya. Misalnya dalam bahasa Inggris ada perbedaan yang nyata antara bunyi tin dan thin, dan antara they dan day, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak. Dengan mempelajari fonetik, orang Indonesia akan dapat mengucapkan kedua bunyi tersebut dengan tepat.
Abjad fonetik internasional, yang didukung oleh laboratorium fonetik, departemen linguistik, UCLA, penting dipelajari oleh semua pemimpin, khususnya pemimpin negara. Dengan kemampuan membaca abjad fonetik secara tepat, seseorang dapat memberikan pidato dalam ratusan bahasa. Misalnya, jika seorang pemimpin di Indonesia mengadakan kunjungan ke Cina, ia cukup meminta staf-nya untuk menerjemahkan pidatonya ke bahasa Cina dan menulisnya dengan abjad fonetik, sehingga ia dapat memberikan pidato dalam bahasa Cina dengan ucapan yang tepat. Salah seorang pemimpin yang telah memanfaatkan abjad fonetik internasional adalah Paus Yohanes Paulus II. Ke negara manapun beliau berkunjung, beliau selalu memberikan khotbah dengan menggunakan bahasa setempat. Apakah hal tersebut berarti bahwa beliau memahami semua bahasa di dunia? Belum tentu, namun cukup belajar fonetik saja untuk mampu mengucapkan bunyi ratusan bahasa dengan tepat
Fonologi mengacu pada sistem bunyi bahasa. Misalnya dalam bahasa Inggris, ada gugus konsonan yang secara alami sulit diucapkan oleh penutur asli bahasa Inggris karena tidak sesuai dengan sistem fonologis bahasa Inggris, namun gugus konsonan tersebut mungkin dapat dengan mudah diucapkan oleh penutur asli bahasa lain yang sistem fonologisnya terdapat gugus konsonan tersebut.
Contoh sederhana adalah pengucapan gugus ‘ng’ pada awal kata, hanya berterima dalam sistem fonologis bahasa Indonesia, namun tidak berterima dalam sistem fonologis bahasa Inggris. Kemaknawian utama dari pengetahuan akan sistem fonologi ini adalah dalam pemberian nama untuk suatu produk, khususnya yang akan dipasarkan di dunia internasional. Nama produk tersebut tentunya akan lebih baik jika disesuaikan dengan sistem fonologis bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional.
Morfologi lebih banyak mengacu pada analisis unsur-unsur pembentuk kata. Sebagai perbandingan sederhana, seorang ahli farmasi (atau kimia?) perlu memahami zat apa yang dapat bercampur dengan suatu zat tertentu untuk menghasilkan obat flu yang efektif; sama halnya seorang ahli linguistik bahasa Inggris perlu memahami imbuhan apa yang dapat direkatkan dengan suatu kata tertentu untuk menghasilkan kata yang benar. Misalnya akhiran -en dapat direkatkan dengan kata sifat dark untuk membentuk kata kerja darken, namun akhiran -en tidak dapat direkatkan dengan kata sifat green untuk membentuk kata kerja.
Alasannya tentu hanya dapat dijelaskan oleh ahli bahasa, sedangkan pengguna bahasa boleh saja langsung menggunakan kata tersebut. Sama halnya, alasan ketentuan pencampuran zat-zat kimia hanya diketahui oleh ahli farmasi, sedangkan pengguna obat boleh saja langsung menggunakan obat flu tersebut, tanpa harus mengetahui proses pembuatannya.
Fonologi mengacu pada sistem bunyi bahasa. Misalnya dalam bahasa Inggris, ada gugus konsonan yang secara alami sulit diucapkan oleh penutur asli bahasa Inggris karena tidak sesuai dengan sistem fonologis bahasa Inggris, namun gugus konsonan tersebut mungkin dapat dengan mudah diucapkan oleh penutur asli bahasa lain yang sistem fonologisnya terdapat gugus konsonan tersebut.
Contoh sederhana adalah pengucapan gugus ‘ng’ pada awal kata, hanya berterima dalam sistem fonologis bahasa Indonesia, namun tidak berterima dalam sistem fonologis bahasa Inggris. Kemaknawian utama dari pengetahuan akan sistem fonologi ini adalah dalam pemberian nama untuk suatu produk, khususnya yang akan dipasarkan di dunia internasional. Nama produk tersebut tentunya akan lebih baik jika disesuaikan dengan sistem fonologis bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional.
Analisis sintaksis mengacu pada analisis frasa dan kalimat. Salah satu kemaknawiannya adalah perannya dalam perumusan peraturan perundang-undangan. Beberapa teori analisis sintaksis dapat menunjukkan apakah suatu kalimat atau frasa dalam suatu peraturan perundang-undangan bersifat ambigu (bermakna ganda) atau tidak. Jika bermakna ganda, tentunya perlu ada penyesuaian tertentu sehingga peraturan perundang-undangan tersebut tidak disalahartikan baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
Sementara, kajian semantik membahas mengenai makna bahasa. Analisis makna dalam hal ini mulai dari suku kata sampai kalimat. Analisis semantik mampu menunjukkan bahwa dalam bahasa Inggris, setiap kata yang memiliki suku kata ‘pl’ memiliki arti sesuatu yang datar sehingga tidak cocok untuk nama produk/benda yang cekung. Ahli semantik juga dapat membuktikan suku kata apa yang cenderung memiliki makna yang negatif, sehingga suku kata tersebut seharusnya tidak digunakan sebagai nama produk asuransi. Sama halnya dengan seorang dokter yang mengetahui antibiotik apa saja yang sesuai untuk seorang pasien dan mana yang tidak sesuai
Pengajaran Bahasa
Ahli bahasa adalah guru dan/atau pelatih bagi para guru bahasa. Ahli bahasa dapat menentukan secara ilmiah kata-kata apa saja yang perlu diajarkan bagi pelajar bahasa tingkat dasar. Para pelajar hanya langsung mempelajari kata-kata tersebut tanpa harus mengetahui bagaimana kata-kata tersebut disusun. Misalnya kata-kata dalam buku-buku Basic English. Para pelajar (dan guru bahasa Inggris dasar) tidak harus mengetahui bahwa yang dimaksud Basic adalah B(ritish), A(merican), S(cientific), I(nternational), C(ommercial), yang pada awalnya diolah pada tahun 1930an oleh ahli linguistik C. K. Ogden. Pada masa awal tersebut, Basic English terdiri atas 850 kata utama.
Selanjutnya, pada tahun 1953, Michael West menyusun General Service List yang berisikan dua kelompok kata utama (masing-masing terdiri atas 1000 kata) yang diperlukan oleh pelajar untuk dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Daftar tersebut terus dikembangkan oleh berbagai universitas ternama yang memiliki jurusan linguistik. Pada tahun 1998, Coxhead dari Victoria University or Wellington, berhasil menyelesaikan suatu proyek kosakata akademik yang dilakukan di semua fakultas di universitas tersebut dan menghasilkan Academic Wordlist, yaitu daftar kata-kata yang wajib diketahui oleh mahasiswa dalam membaca buku teks berbahasa Inggris, menulis laporan dalam bahasa Inggris, dan tujuannya lainnya yang bersifat akademik.
Proses penelitian hingga menjadi materi pelajaran atau buku bahasa Inggris yang bermanfaat hanya diketahui oleh ahli bahasa yang terkait, sedangkan pelajar bahasa dapat langung mempelajari dan memperoleh manfaatnya. Sama halnya dalam ilmu kedokteran, proses penelitian hingga menjadi obat yang bermanfaat hanya diketahui oleh dokter, sedangkan pasien dapat langsung menggunakannya dan memperoleh manfaatnya.
Leksikografi adalah bidang ilmu bahasa yang mengkaji cara pembuatan kamus. Sebagian besar (atau bahkan semua) sarjana memiliki kamus, namun mereka belum tentu tahu bahwa penulisan kamus yang baik harus melalui berbagai proses.
Dua nama besar yang mengawali penyusunan kamus adalah Samuel Johnson (1709-1784) dan Noah Webster (1758-1843). Johnson, ahli bahasa dari Inggris, membuat Dictionary of the English Language pada tahun 1755, yang terdiri atas dua volume. Di Amerika, Webster pertama kali membuat kamus An American Dictionary of the English Language pada tahun 1828, yang juga terdiri atas dua volume. Selanjutnya, pada tahun 1884 diterbitkan Oxford English Dictionary yang terdiri atas 12 volume.
Saat ini, kamus umum yang cukup luas digunakan adalah Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Mengapa kamus Oxford? Beberapa orang mungkin secara sederhana akan menjawab karena kamus tersebut lengkap dan cukup mudah dimengerti. Tidak banyak yang tahu bahwa (setelah tahun 1995) kamus tersebut ditulis berdasarkan hasil analisis British National Corpus yang melibatkan cukup banyak ahli bahasa dan menghabiskan dana universitas dan dana negara yang jumlahnya cukup besar. Secara umum, definisi yang diberikan dalam kamus tersebut seharusnya dapat mudah dipahami oleh pelajar karena semua entri dalam kamus tersebut hanya didefinisikan oleh sekelompok kosa kata inti. Bagaimana kosa-kata inti tersebut disusun? Tentu hanya ahli bahasa yang dapat menjelaskannya, sedangkan para sarjana dan pelajar dapat langsung saja menikmati dan menggunakan berbagai kamus Oxford yang ada di pasaran.
Ahli bahasa adalah guru dan/atau pelatih bagi para guru bahasa. Ahli bahasa dapat menentukan secara ilmiah kata-kata apa saja yang perlu diajarkan bagi pelajar bahasa tingkat dasar. Para pelajar hanya langsung mempelajari kata-kata tersebut tanpa harus mengetahui bagaimana kata-kata tersebut disusun. Misalnya kata-kata dalam buku-buku Basic English. Para pelajar (dan guru bahasa Inggris dasar) tidak harus mengetahui bahwa yang dimaksud Basic adalah B(ritish), A(merican), S(cientific), I(nternational), C(ommercial), yang pada awalnya diolah pada tahun 1930an oleh ahli linguistik C. K. Ogden. Pada masa awal tersebut, Basic English terdiri atas 850 kata utama.
Selanjutnya, pada tahun 1953, Michael West menyusun General Service List yang berisikan dua kelompok kata utama (masing-masing terdiri atas 1000 kata) yang diperlukan oleh pelajar untuk dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Daftar tersebut terus dikembangkan oleh berbagai universitas ternama yang memiliki jurusan linguistik. Pada tahun 1998, Coxhead dari Victoria University or Wellington, berhasil menyelesaikan suatu proyek kosakata akademik yang dilakukan di semua fakultas di universitas tersebut dan menghasilkan Academic Wordlist, yaitu daftar kata-kata yang wajib diketahui oleh mahasiswa dalam membaca buku teks berbahasa Inggris, menulis laporan dalam bahasa Inggris, dan tujuannya lainnya yang bersifat akademik.
Proses penelitian hingga menjadi materi pelajaran atau buku bahasa Inggris yang bermanfaat hanya diketahui oleh ahli bahasa yang terkait, sedangkan pelajar bahasa dapat langung mempelajari dan memperoleh manfaatnya. Sama halnya dalam ilmu kedokteran, proses penelitian hingga menjadi obat yang bermanfaat hanya diketahui oleh dokter, sedangkan pasien dapat langsung menggunakannya dan memperoleh manfaatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)